“SAYA AKAN CABUT IZIN PENGECER DAN DISTRIBUTOR YANG MEMBANDEL”

Hal tersebut dinyatakan secara tegas oleh Wakil Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu, SH, MSi dalam bimbingan dan arahannya sebagai salah satu wujud komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dalam meningkatkan pembangunan khususnya sektor pertanian, perikanan dan peternakan dalam Rapat Koordinas dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Pestisida. Mengingat sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Toba Samosir adalah petani, maka keberpihakan pemerintah dengan mengingatkan para pengecer dan distributor pupuk agar tidak menyalahgunakan wewenangnya dalam penyaluran pupuk bersubsidi sangat diperlukan. “Kami juga meminta agar pihak Kepolisian mengambil tindakan penegakan hukum yang berlaku terhadap kegiatan yang menyimpang dalam penyaluran pupuk bersubsidi”, kata Liberty.

Sekaitan dengan penyusunan RDKK dalam pengajuan permintaan pupuk bersubsidi, Wabup Liberty Pasaribu, SH, MSi juga meminta dengan tegas agar para Kepala BPP/ PPL dalam menyusun RDKK untuk lebih memperhatikan dan mencermati kebutuhan para petani sesuai dengan luas lahan serta melibatkan unsur terkait dalam penyusunan RDKK dimaksud. “Dengan demikian, kebutuhan masyarakat akan jenis dan kwantitas pupuk yang diperlukan akan terpenuhi”, jelasnya.

Rapat koordinas dan evaluasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Toba Samosir ini berlangsung di Balai Data, Lt. IV Kantor Bupati Toba Samosir di Balige, Senin (13/06). Rapat koordinasi yang diisi dengan interaksi antara para peserta dan narasumber dihadiri para Kepala BPP se-Kabupaten Toba Samosir dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, para produsen, distributor dan pengecer pupuk untuk wilayah Toba Samosir.

Sebelumnya, Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak dalam sambutannya yang dibacakan Wabup Liberty Pasaribu, SH, MSi, meminta kepada seluruh pihak terkait agar memberikan perhatian yang serius dalam upaya mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Toba Samosir yang relatif masih rendah. “Perlu diambil langkah-langkah seperti penyediaan pupuk bersubsidi oleh produsen, monitoring, pengawasan dan pemantauan”, pinta Bupati. Di akhir sambutannya, Bupati juga meminta agar Komisi Pengawasan Peredaran Pupuk Bersubsidi dan Pestisida untuk lebih meningkatkan kinerjanya sehingga kelangkaan, penyelewengan penyaluran pupuk dan pestisida dapat dihindari.

Sebagai salah satu langkah nyata Pemkab Toba Samosir untuk mencegah penyelewengan penyaluran pupuk/ pupuk bersubsidi dan untuk menghindari kelangkaan pupuk serta untuk menjamin kualitas dan penggunaan pupuk bersubsidi dapat berjalan lancar hingga ke masyarakat petani, melalui Keputusan Bupati Toba Samosir Nomor 102 tahun 2011 telah dibentuk Komisi Pengawasan Peredaran Pupuk Bersubsidi dan Pestisida di Kabupaten Toba Samosir TA 2011. Komisi yang diketuai Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Toba Samosir ini juga melibatkan pihak kepolisian dan kejaksaaan serta instansi terkait lainnya. Melalui komisi ini, masyarakat dapat langsung melaporkan para pelaku usaha atau masyarakat yang melakukan penyalahgunaan dalam muta, pengadaan, penyaluran dan pemanfaatan pupuk bersubsidi untuk selanjutnya diambil tindakan.

Di awal rapat koordinasi dan evaluasi ini, Ir. Parlindungan selaku Kadis Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Toba Samosir menyatakan bahwa penyelenggaraan rapat ini dimaksudkan bahwa disamping untuk melakukan koordinasi dengan para pihak terkait dan melakukan evaluasi atas penyaluran pupuk bersubsidi, juga melalui rapat ini akan diperoleh berbagai masukan dan saran dalam upaya meningkatkan penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Toba Samosir.

Adapun beberapa kesepakatan dan kebijakan yang hendak ditindaklanjuti sebagai hasil dari pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi ini, diantaranya disepakati bahwa dosis pemakaian urea sebesar 250 kg/Ha. Juga disepakati agar RDKK hanya akan disusun langsung untuk 2 (dua) kali musim tanam saja, maka untuk pengajuan permintaan pupuk bersubsidi cukup dilakukan dengan mengirimkan dan mengajukan surat permintaan kepada kios pengecer untuk dilanjutkan kepada distributor dan produsen. Turut terlihat hadir Plt. Sekdakab Toba Samosir Drs. Liberty Manurung, MM Biztel, Kadis Perindagkop Bangsomen Silaen, Kabag Perekonomian Joni Hutajulu dan Kabag Humas dan Protokol Arwanto H. Ginting, SSTP.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s