3 DESA BINAAN TP PKK TOBA SAMOSIR DIKUNJUNGI TP PKK PROVSU

Selama 2 (dua) hari berturut-turut, dari tanggal 27 Juli hingga 28 Juli 2011, 3 (tiga) desa binaan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Toba Samosir mendapat kunjungan monitoring oleh TP PKK Provinsi Sumatera Utara.  Ketiga desa binaan itu masing-masing Desa Hutagaol Sihujur Kec. Silaen sebagai Desa menuju Objek Wisata,  Desa Aek Bolon Julu Kec. Balige sebagai desa binaan untuk Program Terpadu Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera atau PTP2WKSS dan Desa Jonggi Manulus Kec. Parmaksian sebagai Desa Percontohan 10 Program Pokok PKK.

Dalam sambutannya saat TP PKK Provsu melakukan monitoring di Desa Aek Bolon Julu, Kec. Balige, Rabu (27/07), Bupati Toba Samosir melalui Wakil Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu dalam sambutannya berpendapat, kegiatan pembinaan Desa PTP2WKSS identik dengan kegiatan pengentasan kemiskinan sebagaimana visi dan misi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir. Oleh karena itu, Bupati meminta keterlibatan atau peran aktif dari seluruh instansi di Lingkungan Pemkab Toba Samosir.  Dengan dukungan tadi, Bupati berharap PTP2WKSS akan mampu untuk melakukan perbaikan pada unsur “TIGA RAWAN” yang meliputi rawan pendidikan, rawan kesehatan dan rawan ekonomi. Disamping dukungan seluruh instansi terkait, Bupati juga meminta dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat desa binaan PTP2WKSS.

Sementara itu, beberapa jam sebelumnya di hari yang sama, Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara juga melakukan penilaian dan monitoring terhadap Desa Hutagaol Sihujur, Kecamatan Silaen sebagai desa binaan menuju Objek Wisata. Selama menyambangi desa tersebut, Tim ini terlihat sangat anatusias melihat keindahan ornament Batak yang terukir dengan sangat indah pada rumah adat Batak yang telah berusia ratusan tahun yang terdapat di desa tersebut. Tim berpesan agar rumah adat ini dijaga kelestariannya karena merupakan aset yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Ketika memberikan sambutannya Ketua Tim Monitoring mengharapkan agar para warga dan kader PKK dapat melaksanakan “poda nalima” dalam kehidupannya sehari-hari.

Sesuai jadwal, pada hari berikutnya, Kamis (28/07), TP PKK Provinsi Sumatera Utara kembali melakukan monitoring di Desa Jonggi Manulus, Kecamatan Parmaksian, sebagai Desa Binaan Percontohan 10 Program PKK. Tim Monintoring menilai desa ini cukup berhasil menjadi Desa Binaan Percontohan 10 Program PKK. Hal ini diungkapkan oleh Tim Monitoring dihadapan warga dan kader PKK desa Jonggi Manulus, setelah melakukan monitoring di desa tersebut. Dengan hasil yang didapat ini, Tim Monitoring sendiri yakin bahwa desa ini sangat mungkin untuk lolos ke tahap berikutnya.

Sementara itu pada acara pembukaan yang dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan monitoring, Ketua Tim Monitoring Dra. Wida Sari Daulay, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal diantaranya tentang sejarah awal terbentuknya PKK dan tujuan dibentuknya PKK itu sendiri. Menurutnya tujuan utama dari PKK adalah untuk meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Sungguh suatu tujuan yang sangat mulia. Oleh karenanya Ketua Tim ini berharap agar para suami turut mendukung istri mereka untuk mengikuti kegiatan PKK.

Desa Jonggi Manulus merupakan desa ketiga yang  dikunjungi TP PKK Provsu di wilayah Kab. Toba Samosir dalam rangkaian monitoring yang dilakukan. Desa ini sendiri ditetapkan oleh TP PKK Kabupaten Toba Samosir sebagai Desa Binaan Percontohan 10 Program Pokok PKK untuk Tahun 2011. Di desa ini terdapat 117 kepala keluarga yang terbagi dalam tujuh kelompok dasawisma. Menurut Tim Monitoring menilai kader dasawisma desa ini cukup berhasil menjalankan Sistem Informasi Manjemen (SIM) PKK.  Dengan SIM PKK akan didapat data seputar 10 program pokok PKK secara cepat, akurat dan menyeluruh. Data sendiri ini dapat juga digunakan oleh pemerintah untuk melakukan perencanaan pembangunan.

Plt. Sekdakab Tobasa Drs. Liberty Manurung, MM Biztel yang hadir pada kesempatan tersebut mewakili Bupati, menyambut gembira hasil penilaian yang didapat oleh desa Jonggi Manulus. Kedepan Liberty berjanji, Pemkab Tobasa melalui SKPD terkait, akan lebih mengintensifkan lagi pembinaan dan dukungan terhadap desa ini, sehingga kekurangan yang ditemui dapat diperbaiki. Liberty juga berharap desa ini dapat lolos ke tahap berikutnya untuk bersaing dengan desa dari kabupaten lainnya di Sumatera Utara.

Selama melakukan monitoring pada tiga (3) desa binaan ini, TP PKK Provinsi Sumatera Utara didampingi para Pengurus TP PKK Kabupaten Toba Samosir. Kepala Badan Pemmas dan Pemdes James Silaban, SE beserta jajarannya serta camat dari ketiga desa binaan tersebut juga terlihat hadir mendampingi dan mengikuti seluruh tahapan kegiatan ini.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

SEBAGAI PASKIBRA MERUPAKAN PRESTASI DAN KEBANGGAAN

Bertempat di ruang kerjanya, Kamis (28/07), Wakil Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu, SH, MSi menerima audiensi Lamria AF Simanjuntak, siswi SMU Negeri 1 Balige yang terpilih mewakili Toba Samosir sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Sumatera Utara pada Upacara HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2011 mendatang di Medan.

Kepada Lamria yang hadir bersama orang tuanya, Liberty Pasaribu berpesan agar nantinya selama menjalani masa karantina dan saat menjalankan tugas sebagai paskibra dapat menjaga nama baik Kabupaten Toba Samosir. “Ini merupakan suatu prestasi dan kebanggaan, dapat terpilih dari sekian banyak siswa/i di Kabupaten Toba Samosir menjadi Paskibra”, kata Liberty memotivasi. Karena itu,  Wakil Bupati berharap nantinya Lamria dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena disamping menjadi kebanggaan tersendiri juga menjadi kebanggaan bagi orang tua dan sekolahnya. Sebagai salah satu wujud kepedulian, dukungan dan perhatian pemerintah, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan untuk mendukung pemberangkatan Lamria.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Eduward Tampubolon melalui Kabid Bina Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Toba Samosir Robert Manurung, SH yang turut mendampingi Lamria pada audiensi ini menjelaskan, bahwa Lamria merupakan siswi yang terpilih pada seleksi tingkat provinsi yang diikuti seluruh perwakilan kota/ kabupaten di Sumatera Utara yang terlaksana pada 3-5 Mei 2011 lalu. Sebelumnya, dari hasil seleksi tingkat kabupaten, Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga mengirimkan 2 (dua) orang siswa/i untuk mewakili Toba Samosir pada seleksi yang dilaksanakan di Asrama Haji Pangkalan Mansur Medan ini. “Namun setelah melalui proses seleksi oleh Tim Seleksi yang berasal dari Yonkav 6/  Serbu, hanya Lamria AF Simanjuntak yang dinyatakan lolos”, jelas Robert. Lebih lanjut Robert menjelaskan bahwa disamping seleksi fisik, juga dilakukan seleksi akademis, kesamaptaan dan psikologi kepada seluruh calon paskibra untuk mengisi 66 (enam puluh enam) formasi pasukan pengibar bendera.

Menanggapi pemberangkatan paskibra ini, Kabag Humas dan Protokol Arwanto H. Ginting, SSTP mengatakan bahwa dengan mengirimkan paskibra merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing dan memiliki semangat kebangsaan dengan harapan mampu menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

Putri dari pasangan W. Simanjuntuk/ E. Br. Sianipar yang duduk pada kelas XII/ IPA 3 SMU Negeri 1 Balige ini sebelum menunaikan tugasnya pada Upacara HUT Kemerdekaan RI tingkat provinsi di Medan akan menjalani masa karantina di SLB Helvetia, Medan. Lebih lanjut, Lamria juga memohon doa dan dukungan masyarakat Toba Samosir, agar nantinya selama masa karantina, dia dapat terpilih pada pasukan 8 (delapan) yang bertugas mengibarkan bendera.

Audiensi ini ditutup dengan Doa yang dibawakan oleh Anggota DPRD Toba Samosir Sabam Simanjuntak. Juga hadir pada audiensi tersebut Plt. Sekdakab Toba Samosir Drs. Liberty Manurung, MM Biztel, Kadis Pendidikan Mariani, MPd, Kabag Humas dan Protokol Arwanto H. Ginting, SSTP, Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Marangkup Sinurat, Kabid Kurikulum Drs. Baktiar Sirait dan Kepala Sekolah SMU Negeri 1 Balige.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

FUNGSI HIDROLOGI HUTAN AKAN TERJAGA MELALUI SISTEM PENGELOLAAN HUTAN YANG TEPAT DAN BERKELANJUTAN

Wakil Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu, SH, MSi meminta agar sistem pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan dapat dilaksanakan secara tepat dan berkesinambungan untuk menghindari kerusakan hutan yang berakibat timbulnya lahan kritis dan berkurangnya fungsi hidrologi hutan. Hal tersebut disampaikan Liberty Pasaribu dalam bimbingan dan arahannya saat membuka secara resmi Sosialisasi Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat di Balai Data Kantor Bupati Toba Samosir di Balige, Rabu (27/07).

Liberty Pasaribu juga menambahkan bahwa penetapan Sub DAS Gopgopan yang berada di wilayah Kabupaten Toba Samosir sebagai skala prioritas penanganan dari beberapa DAS di Sumatera Utara memerlukan suatu komitmen dan kesepahaman bersama antara pihak terkait untuk memperbaiki pengelolaan Sub DAS tersebut yang menurut beberapa referensi telah berada dalam kondisi kritis. Perbaikan pengelolaan Sub DAS Gopgopan ini, menurut Wakil Bupati juga telah menjadi perhatian Pemkab Toba Samosir melalui program kerja yang telah direncanakan pada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Toba Samosir. Mengakhiri arahannya, Wabup Liberty Pasaribu mengajak seluruh yang hadir dan pihak terkait untuk dapat mengelola, memanfaatkan serta melestarikan lingkungan dan hutan secara bertanggung jawab. ”Sehingga kelak kita dapat mewariskan hutan dan lingkungan yang terawat kepada anak cucu kita”, ajak Liberty.

Proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat yang juga dikenal dengan istilah “Strengthening Community Based Forest and Watershed Management (SCBFWM) Project” merupakan proyek yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun sebagai hasil kerjasama Departemen Kehutanan RI dengan United Nations Development Programme (UNDP) serta disokong oleh Global Enviromental Fasilities (GEF). Proyek yang akan berlangsung hingga tahun 2014 dan telah mulai diimplementasikan sejak tahun 2010 ini dilatarbelakangi upaya untuk mengurangi timbulnya degradasi fungsi hutan, kerusakan hutan, lahan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terus berlanjut. Untuk wilayah Republik Indonesia, setelah melalui verifikasi dan memperoleh persetujuan, lokasi proyek SCBFWM ini ditetapkan hanya akan dilakukan pada 6 (enam) lokasi Sub DAS untuk beberapa provinsi saja, seperti Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, Sub DAS Gopgopan yang berada di wilayah Kabupaten Toba Samosir dipilih sebagai lokasi proyek ini. Sub DAS Gopgopan merupakan sub DAS yang melalui 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Toba Samosir yaitu Kecamatan Lumban Julu, Bonatua Lunasi, Porsea dan Uluan.

Sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan oleh beberapa SKPD terkait di Lingkungan Pemkab Toba Samosir dengan masing-masing judul pemaparan “Peluang dan Tantangan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat” oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Toba Samosir dan pemaparan dengan judul “Pengembangan Kawasan Berbasis Cluster Pertanian, Peternakan dan Perikanan” yang dibawakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Toba Samosir. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Toba Samosir juga ambil bagian dalam pemaparan berikutnya dengan materi yang mengangkat seputar program kerja Pemerintah dalam pelestarian daerah aliran sungai.

Sebelumnya, Saor P. Hutapea, S.Hut selaku Regional Fasilities Proyek SCBFWM di Sumatera Utara dalam sosialisasinya menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pengurangan degradasi hutan dan lahan di Indonesia dengan sasaran mendukung upaya mengurangi degradasi hutan dan lahan untuk merehabilitasi fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan jasa lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Saor Hutapea menyampaikan beberapa strategi yang ditempuh SCBFWM seperti memperkuat koordinasi antar sektor terkait dan antar wilayah administrasi serta membangun kapasitas para pihak terkait. Saor juga menambahkan bahwa SCBFWM juga melakukan langkah-langkah strategi melalui pembuatan demontrasi plot di tingkat lokal dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Sosialisasi ini cukup mendapat respon yang positif dari para peserta yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan,  pemanfaatan dan pelestarian lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan  dialog yang atraktif dan konstruktif antara penyaji dan peserta pada sesi tanya jawab yang dipandu Staf ahli Bupati Drs. TA. Dugat Panjaitan dan DR. CY. Hasugian.

Disamping dihadiri ke empat Camat yang wilayahnya dilalui Sub DAS Gopgopan, turut hadir beberapa pejabat lainnya di Lingkungan Pemkab Toba Samosir, antara lain Asisten Administrasi Umum Lodewyk Panjaitan, SH, Kaban Lingkungan Hidup dan Pertambangan Drs. Agust Nadeak, M.Si, Kadis Kehutanan dan Perkebunan Hormat Panjaitan, SP, Kadis Pertanian, Peternakan dan Perikanan Ir. Parlindungan, Kabag Humas dan Protokol Arwanto H. Ginting, SSTP serta beberapa pejabat lainnya. Juga terlihat hadir para undangan dari pihak perusahaaan swasta dan lembaga swadaya masyarakat.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

“DUKUNGAN PARTAI POLITIK MENDORONG PEMBANGUNAN YANG LEBIH BAIK”

Demikian kira-kira harapan yang disampaikan Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Liberty Pasaribu, SH, MSi saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TK. II Partai Golongan Karya Kabupaten Toba Samosir, Senin (25/07) di Aula Serbaguna VIP HKBP, Balige. Juga menurut Bupati, hubungan yang baik antara pemerintah dengan partai harus dapat terjalin baik karena dapat mendorong peningkatan kinerja pemerintahan dan peningkatan pembinaan kemasyarakatan.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa rakerda yang juga dirangkai dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan kader dan fungsionaris ini akan menjadi sarana dalam menciptakan sumber daya manusia partai yang berkualitas dan beretika. Kader dan fungsionaris yang berkualitas merupakan kader yang mampu untuk mendengar, menampung, menelaah, menyuarakan bahkan mampu merealisasikan aspirasi masyarakat banyak. Oleh karena itu, Bupati berharap melalui kader dan fungsionaris yang berkualitas akan dapat memberikan gagasan yang cemerlang bagi kemajuan Partai Golkar, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan masyarakat Toba Samosir.

Ketua DPRD Toba Samosir, Sahat Panjaitan pada kesempatan berikutnya menyampaikan bahwa kegiatan ini disamping dapat memberikan manfaat internal partai juga akan bermanfaat bagi masyarakat Toba Samosir. Hal tersebut disebabkan karena melalui rakerda, partai dapat menyusun program-program dan rencana stratejik yang tentunya mengacu pada kepentingan masyarakat. Sahat Panjaitan mengatakan bahwa program dan rencana yang pro rakyat akan dapat mengangkat marwah partai di event politik.

Untuk membuka rakerda ini, telah hadir Fungsionaris DPD TK.I Partai Golkar Provinsi Sumatera yang diwakili Wakil Ketua Ir. Biller Pasaribu. Dalam arahannya, Biller Pasaribu meminta kader Partai Golkar di Kabupaten Toba Samosir untuk berpedoman pada prinsip “Dalihan Natolu, Paopat Sihal-sihal” khususnya dalam membina hubungan dengan masyarakat. “Mari konsolidasi dan bangun kebersamaan mulai dari desa, junjung ketertiban berdemokrasi serta dukung pemerintah”, ucap Biller.

Sementara itu, Drs. Sahala Tampubolon yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Toba Samosir mengatakan bahwa rakerda serta kegiatan pendidikan dan pelatihan ini merupakan wadah untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman kader Partai Golkar tentang sejarah dan tujuan partai, visi dan misi partai doktrin kekaryaan, platform dan paradigma baru Partai Golkar.

Dalam laporannya di awal acara, Ketua Panita Rakerda Herbert Sibuea, yang juga anggota DPRD Toba Samosir mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memantapkan pemahaman seluruh kader akan nilai-nilai kepartaian dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rakerda serta pendidikan dan pelatihan bagi kader dan fungsionaris Partai Golkar DPD Toba Samosir ini dijadwalkan akan berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 25 Juli dan berakhir 26 Juli 2011. Adapun tema yang diangkat pada Rapat Kerja Daerah ini adalah “Suara Golkar, Suara Rakyat”, dengan sub tema “Membangun Indonesia dari Desa”.

Terlihat hadir mendampingi Wakil Bupati dalam rakerda ini, antara lain Asisten Pemerintahan Drs. Rudolf Manurung dan Kabag Humas dan Protokol Arwanto H. Ginting, SSTP. Sementara dari unsur legislatif, anggota DPRD Toba Samosir Franjos Sitorus juga tampak hadir.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

BUPATI TOBA SAMOSIR BERI BANTUAN BAGI KORBAN KEBAKARAN DI KECAMATAN HABINSARAN

Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simajuntak melalui Kabid Pembinaan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Pemkab Toba Samosir Drs. Antoni Doloksaribu menyerahkan bantuan sembako dan peralatan dapur bagi para korban kebakaran di Dusun Huta Godang Desa Lumban Pinasa Saroha Kec. Habinsaran Kab. Toba Samosir, Rabu (27/07/2011). Dalam sambutannya, Drs. Antoni Doloksaribu atas nama Bupati Toba Samosir mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga Lumban Pinasa Saroha ini. Dirinya meminta agar keluarga korban kebakaran dapat tabah menghadapi musibah ini. Kepada keluarga diminta pula untuk selalu berserah kepada Tuhan sehingga Tuhan pula nantinya turut campur tangan dalam mencukupkan kebutuhan keluarga dalam menjalani hari-hari selanjutnya. “Ini merupakan bagian wujud kepedulian Pemkab Toba Samosir kepada warga yang tertimpa musibah sesuai dengan visinya yaitu Kasih, Peduli, dan Bermartabat,” ujar Antoni. Ditambahkannya, sembako dan peralatan dapur yang diberikan ini merupakan bantuan dari Pemkab Toba Samosir melalui Dinas Sosial Kab. Toba Samosir, dan Dinas Sosial Provsu, serta  Kementerian Sosial RI.

Atas nama keluarga korban, P. Siagian mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan ini,. Dirinya berharap agar di hari mendatang Tuhan selalu meluputkan seluruh warga agar tidak terjadi lagi musibah serupa.

Turut hadir dalam pemberian bantuan tersebut Sekcam Habinsaran Santo Pane, SE, Kasubbag Humas Pimpinan Tulus Hutabarat, S.Sos, dan Kades Lumban Pinasa Oloan Siagian serta keluarga korban kebakaran.

Berdasarkan informasi, kebakaran yang terjadi pada hari Sabtu, 09 Juli 2011 sekitar pukul 21.00 di Dusun Huta Godang, Desa Lumban Pinasa Saroha Kec. Habinsaran itu  menghanguskan 2 unit rumah tempat tinggal masing-masing milik Parlin Silaen dan Tumbur Pasaribu, sementara 1 unit rumah yang lain milik Neri Silaen terbakar pada bagian dinding. Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Akibat kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiel ditaksir hingga mencapai Rp. 60 juta  dan menghanguskan pula sekitar 50 kaleng padi.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

WUJUDKAN KEPEDULIAN, PEMKAB TOBASA BANTU KORBAN KEBAKARAN

“Musibah ini adalah suatu cobaan dari Tuhan. Oleh karenanya jangan menyesali dan terus larut dalam kesedihan. Sebagai orang beriman berdoalah dan yakini bahwa kita sanggup untuk menanggung beban ini. Dan percayalah dibalik musibah ini, pasti ada rencana indah yang Tuhan siapkan untuk kita”, demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu, SH, M.Si, Selasa (26/07), ketika memberikan penghiburan kepada warga Kelurahan Sigumpar Dangsina, Kecamatan Sigumpar yang menjadi korban kebakaran. Lebih lanjut Wabup mengatakan bahwa kehadiran ini adalah wujud kepedulian dan keprihatinan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir atas musibah yang menimpa warganya.

Sementara untuk meringankan beban para korban, Wabup menyerahkan bantuan berupa sembako dan peralatan masak, yang diterima secara langsung oleh para korban. Lurah Sigumpar Dangsina Marion Simangunsong dalam laporannya dalam kronologis terjadinya kebakaran mengatakan bahwa kebakaran ini terjadi Senin (25/07) sekitar pukul 12.00 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan dua unit rumah rata dengan tanah, sementara satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Pada saat kejadian tersebut, ketiga rumah tersebut dalam keadaan kosong. Sementara sumber api sendiri masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan yang berwajib. Lebih lanjut Marion mengatakan ada empat Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban pada kejadian ini. Adapun para korban adalah keluarga Halang Napitupulu, Tigor Tampubolon, Sopar Napitupulu dan Menak Napitupulu.

Pada kesempatan ini keluarga korban kebakaran menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Pemkab Toba Samosir terhadap penderitaan mereka. Secara khusus mereka mengharapkan bantuan dari pemerintah agar dapat dibantu dalam pengurusan ijazah anak-anak mereka yang turut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Turut serta mendampingi Wabup pada penyerahan bantuan ini antara lain Kepala Dinas Sosial Drs. Sangkap Pasaribu, Camat Sigumpar Arifin Simanjuntak, S.Sos, Kabag Humas dan Protokol Arwanto H. Ginting, SSTP dan Kabag Pembangunan Martua Tumpal Malau, SP.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

WABUP LIBERTY PASARIBU PERINTAHKAN JAJARANNYA IKUTI PERATURAN

(Senin,25/07) Dalam rapat koordinasi di Balai Data, Kantor Bupati Toba Samosir yang bertajuk pembinaan dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Tahun 2011 yang dihadiri oleh seluruh pimpinan SKPD yang terdiri dari kepala dinas, kepala kantor, camat dan para kepala bagian, Wakil Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu, SH, MSi kembali menekankan seluruh aparatnya untuk memberikan perhatian penuh atas tugas dan tanggung jawabnya serta dapat bekerja secara profesional, sehingga sasaran yang diinginkan dapat tercapai dalam peningkatan pembangunan di Toba Samosir. Wakil Bupati juga meminta kepada seluruh pimpinan SKPD untuk mengoptimalkan kerjasama dan koordinasi secara internal. Liberty Pasaribu mengharapkan agar seluruh jajaran di Lingkungan Pemkab Toba Samosir dapat bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Ikuti aturan dan peraturan yang ada…!” perintahnya.

Pembahasan seputar realisasi pelaksanaan fisik kegiatan dan penyerapan dana pada seluruh SKPD TA 2011 juga dilakukan pada rapat koordinasi ini, dimaksudkan untuk lebih mendorong dan memacu percepatan pelaksanaan program dan kegiatan sebagaimana dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Pemaparan realisasi penyerapan anggaran dan pelaksanaan fisik ini disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Toba Samosir Tumpal M. Malau setelah mengkompilasi laporan yang sudah disampaikan seluruh SKPD.

Untuk tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan daerah, khususnya dalam penyerapan dana yang bersumber dari DAK, Kadis PPKKD Thamrin Simanjuntak mengharapkan agar para pengguna DAK mempedomani Peraturan Menteri Keuangan Nomor 126/PMK.07/2010 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer ke Daerah. Mengingat mekanisme pencairan dana nya telah diatur, Thamrin berharap khususnya SKPD yang telah melakukan proses lelang/ tender DAK untuk segera menyelesaikannya pencairannya karena pencairan dana untuk DAK telah ditentukan batas akhirnya. “Keterlambatan pencairan dana, dapat berakibat dana tidak dapat dicairkan lagi”, ujarnya.

Pada kesempatan lain, Inspektorat Kabupaten melalui Inspektur Augus Simanjuntak sebagai leading sector pelaksana pengawasan internal, mengharapkan agar pengawasan internal oleh para pimpinan SKPD berupa waskat dapat lebih ditingkatkan untuk menekan temuan yang timbul dalam pemeriksaan.”Pengawasan yang baik serta tertib administrasi, akan menghasilkan kinerja yang baik pula”, kata Augus. Khusus dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik, Augus berharap, agar monitoring dapat dilakukan secara optimal oleh para pimpinan SKPD khususnya kepada pengawas dari pihak ketiga.

Mengakhiri rapat koordinasi ini, Drs. Liberty Manurung MM Biztel selaku Plt Sekdakab mengharapkan agar hal-hal yang diungkapkan dan telah dibahas pada rakor tersebut dapat menjadi perhatian lebih lanjut para pimpinan SKPD dan dapat dijadikan sebagai alat evaluasi dalam menjalankan tugas-tugas untuk mendorong capaian kinerja yang diharapkan. Liberty Manurung juga memerintahkan agar seluruh SKPD dapat menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan secara berkala dan berkesinambungan kepada Inspektorat Kabupaten guna lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas melalai pengawasan. Menanggapi masih rendahnya penyerapan dana dan pelaksanaan fisik, para pimpinan SKPD diminta untuk melakukan langkah-langkah yang nyata dalam mencapai target yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan dalam koridor peraturan yang berlaku. Sementara itu, terkait dengan masih rendahnya kemampuan dan pemahaman yang dimiliki bendaharawan dalam pengelolaan keuangan daerah, Drs. Liberty Manurung, MM Biztel meminta Dinas PPKKD Kabupaten Toba Samosir untuk mengagendakan pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi bagi para bendaharawan.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)