BUPATI TOBASA : “KABUPATEN INI MASIH MEMBUTUHKAN BANYAK SENTUHAN TANGAN-TANGAN KREATIF”

“Sebagai daerah yang dikelilingi oleh Bukit Barisan, tanah Tobasa sangat subur untuk pengembangan Agrowisata, seperti Taman Eden 100 sebagai tempat untuk melestarikan dan membudidayakan tanaman-tanaman langka sangat potensial menjadi daya tarik wisata”, demikian disampaikan Bupati Toba samosir dalam sambutannya  yang  dibacakan oleh Wakil Bupati Toba Samosir, Liberty Pasaribu, SH., M.Si, pada acara Stakeholder Meeting Pengelolaan dan Manajemen Destinasi Pariwisata Danau Toba Tingkat Kabupaten, Jumat (01/07) di Balige. Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata untuk memfasilitasi pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata yang terpadu dan terarah atau Destination Management Organizations (DMO).

Penyelenggaraan Stakeholders Meeting tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kepedulian para pemangku kepentingan lokal untuk berubah dan mulai bertindak dalam memperbaiki kembali serta mengembangkan daya tarik wisata Danau Toba secara terpadu dan terarah atau Destination Management Organization (DMO). Kegiatan ini mengambil tema, “Menata Destinasi Pariwisata Danau Toba yang berkelanjutan”. Pada Stakeholder Meeting kali ini (sebelumnya telah dilaksanakan di Kab. Simalungun dan Samosir) langsung dihadiri Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Ir. Firmansyah Rahim, MM, William Sirait dan Pardamean Ronnitua Harahap selaku Staf Khusus Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, yang didampingi Achyaruddin, SE., MS.c., Direktur Produk Pariwisata sekaligus penanggung jawab DMO Cluster Danau Toba Lokot Ahmad Enda, Project Management Unit DMO Cluster Danau Toba Nur Fatonah dan Dewitri Anggraini. Kemudian hadir pula Tenaga Ahli DMO Cluster Danau Toba Ary S. Suhandi dan Wita Permatasari, Lorisma Siringoringo dari Akpar Medan dan Sandrak H. Manurung dari USU.

Sekalipun Tobasa memiliki tanah yang subur, namun menurut Bupati, semua itu masih memerlukan banyak sentuhan tangan-tangan kreatif dan profesional untuk mengembangkan potensi wisata Toba Samosir kedepan agar menjadi daerah wisata unggulan. Selesai membaca sambutan tertulis Bupati, Wakil Bupati menyarankan kepada Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, agar dibentuk suatu Otorita untuk menangani Danau Toba. Wakil Bupati menganggap penanganan yang selama ini dilakukan Kabupaten/Kota di sekitar kawasan Danau Toba tidak efektif karena penanganannya bersifat parsial. Hal ini juga disebabkan karena Kabupaten/kota diseputar Danau Toba adalah daerah tertinggal  yang tidak memiliki anggaran yang mumpuni untuk mengelola Danau Toba.

Sementara itu Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata dalam sambutannya mengatakan, sebagai danau vulkanik terluas di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, Danau Toba memiliki potensi wisata alam yang dahsyat, hal tersebut belum termasuk wisata spiritual, sejarah, budaya, arsitektur dan kuliner. Oleh karena itu Danau Toba dan Pulau Samosir yang terletak di tengahnya merupakan aset pariwisata yang pantas dibanggakan dan dikelola secara lestari. Namun beliau juga mengakui bahwa banyak sekali permasalahan dan kompleks yang dialami oleh Danau Toba saat ini. Maka, untuk mewujudkan pengelolaan danau secara berkelanjutan, Dirjen menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat, melalui sembilan  kementerian termasuk Kementerian Budaya dan Pariwisata sepakat untuk melestarikan dan memulihkan fungsi danau melalui kegiatan dan program berupa pengelolaan ekosistem danau, pemanfaatan sumber daya air danau, pengembangan sistem monitoring, evaluasi dan informasi danau, penyiapan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terhadap danau dan pengembangan kapasitas, kelembagaan dan koordinasi dalam rangka sinkronisasi dan sinergitas berbagai program/kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem danau. Program lain yang direncanakan sesuai kesepakatan yakni dengan meningkatkan peran masyarakat serta adanya pendanaan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Aula Museum Batak TB Silalahi Center tersebut, juga dilaksanakan sesi diskusi panel, yang dibawakan oleh Direktur Produk Pariwisata, Achyaruddin, SE., MSc dan dari tenaga ahli DMO Cluster Toba, Ary S. Suhandi. Pada Stakeholders Meeting tersebut tampak pula kehadiran beberapa pejabat terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir antara lain, Kepala Bappeda Ir. Jonner Hutagaol, MM., Kadis Pariwisata Drs. Robert Pardede, M.Si, Staf Ahli Bupati bidang Hukum Tito Siahaan, SH, Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi Ir. Saibon Sirait, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Drs. Rekson Simanjuntak, dan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir Arwanto H. Ginting, S.STP.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s