UNTUK PEMERATAAN SISWA, DIKNAS TOBASA TERAPKAN RAYONISASI DALAM PENERIMAAN SISWA/I BARU TP. 2011/2012

“Rayonisasi ini bertujuan agar semua anak usia sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan pada satuan pendidikan yang lebih tinggi”, ujar Dra. Mariani, MPd pada temu pers yang berlangsung di Balai Data Kantor Bupati Toba Samosir, Rabu (28/06).  Mariani juga menjelaskan bahwa rayonisasi ini juga akan menghindari terjadinya penumpukan pendaftaran siswa pada sekolah tertentu, maka pemerataan siswa pada satuan pendidikan dapat dilakukan. Namun, dalam rayonisasi ini juga dimungkinkan siswa untuk pindah rayon apabila memenuhi syarat sebagaiman kriteria yang telah ditetapkan. Khusus untuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), Mariani mengatakan bahwa rayonisasi tidak diberlakukan.

Untuk Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Pelajaran 2011/2012 di Kabupaten Toba Samosir, Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir menerapkan sistem rayonisasi  sesuai amanat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.051/U/2002 tanggal 10 April 2002 tentang penerimaan siswa Taman Kanak-kanak dan Sekolah. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Kadis Pendidikan Kabupaten Toba Samosir telah melayangkan Surat Edaran No.421.2/1700 KUR/2011 ke seluruh sekolah di Toba Samosir yang diantaranya memuat petunjuk pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2011/2012 serta susunan rayonisasi sekolah-sekolah. “Pada prinsipnya, rayonisasi penerimaan siswa baru ini agar anak usia sekolah dapat memasuki satuan pendidikan lebih tinggi secara tertib, terarah dan berkualitas”, ujar Mariani.

Untuk melihat lebih lanjut pelaksanaan penerimaan siswa baru dengan sistem rayonisasi ini, Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir melakukan pengamatan penerimaan siswa baru pada SMP Negeri 4 Balige sebagai salah satu sekolah yang ditetapkan untuk menerapkan sistem rayonisasi. Sebagaimana hasil pengamatan yang dilakukan, terlihat pelaksanaan penerimaan siswa baru berjalan dengan lancar, walaupun masih ditemukan masih ada juga orangtua siswa yang mendaftarkan anaknya yang bukan termasuk dalam rayon. Karena itu, pihak sekolah harus memberikan informasi dan penjelasan lebih lanjut tentang rayonisasi yang sudah diberlakukan di Kabupaten Tobasa dalam penerimaan siswa baru untuk TP 2011/2012.

Marince Pardede sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Balige menyebutkan bahwa daya tampung sekolah yang dipimpinnya tersebut sebanyak 202 siswa, hal tersebut sesuai aturan yang berlaku bagi sekolah yang dikategorikan Sekolah ber-Standard Nasional (SSN). “SMP Negeri 4 Balige merupakan salah satu Sekolah ber-Standard Nasional. Kemungkinan jumlah siswa yang akan mendaftar di SMP N 4 Balige akan melebihi kapasitas yang ditampung, kami akan melakukan kebijakan untuk menyeleksi siswa yang akan dierima untuk masuk di SMP N 4 Balige ini”,  ungkap Marince. Jumlah siswa yang telah mendaftar dari rayon yang telah ditentukan oleh Diknas ditambah dari sekolah swasta hingga hari Sabtu (09/7) pukul 12.00 WIB  telah mencapai 227 siswa.

Ketika ditanya tentang jumlah siswa yang telah melebihi dari daya tampung SMP N 4 Balige Marince Pardede juga mengatakan akan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir untuk berusaha menyalurkanya kepada sekolah negeri lainya dan tentunya didukung dengan kerjasama dari pihak orang tua siswa.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

4 thoughts on “UNTUK PEMERATAAN SISWA, DIKNAS TOBASA TERAPKAN RAYONISASI DALAM PENERIMAAN SISWA/I BARU TP. 2011/2012”

  1. trima kasih…!!!
    saya sangat setuju dengan pemerataan pendidikan di Tobasa samosir khususnya ,tetapi hanya menyertai bagaimana pemerataan peserta didik di sekolah negeri bagaimana dengan swasta???
    dalam hal ini saya katakan pemerintahaan tobasa sekarang sama seperti pemerintahaan yg dulu2 slalu tidak peduli dengan pendidikan di swasta ( baik apresasinya thd guru-guru swasta ataupun anak didik yang belajar di sekolah swasta). coba bayangkan penerimaan guru sertifikasi apakah sudah sesuai dengan kuota 15 % (diluar PNS DPK di swasta) dari kuota Tobasa (tahun 2011 kuota tobasa 500 orang coba bapak cek brapa yang guru sertifikasi guru swasta bukan yang PNS DPK), penerima siswa miskin untuk tobasa sangat2 timpang kalo sekolah swasta hanya rata2 5-6 siswa tetapi kalo sekolah negeri 20 – 40 orang, dan banyak lagi program pendidikan yang tidak transparan di dinas pendidikan terutama dengan pembagian sarana prasarana serta bantuan-bantuan slalu tidak terbuka (tidak ada lagi era keterbukaan slalu tertutup).
    harapan saya pemerintah tobasa slalu ingat bahwa jangan ada anggapan nantinya bahwa ada anak negeri dan anak swasta…ini masukan buat tobasa jangan merasa kaku dengan kritikan…trima kasih

    1. yth. Pemerhati Pendidikan Tobasa

      terima kasih saran dan kritikannya, hal -hal seperti ini juga sangat diperlukan, khususnya untuk kritikan yang membangun demi kemajuan tobasa,
      bersama-sama kita kawal pembangunan di tobasa khususnya di sektor pendidikan. kiranya hal ini juga akan menjadi masukan bagi dinas pendidikan tobasa.

      horas
      (redaksi)

  2. terima kasih..pak.!!!
    Tolonglah pak bilang sama Bapak Bupati yang terhormat, untuk melihat secara langsung kesekolah-sekolah swasta yang ditobasa sudah hampir hilang dari peredaran, karena tidak ada lagi siswa…knapa saya katakan seperti itu
    1. apakah smk negeri 1 balige yang katanya RSBI harus menerima siswa dengan 19 Lokal perangkatan atau sekitar 600-750 siswa..RSBI yang dibutuhkan adalah mutu / kualitas bukan kuantitas.
    2. SMK negeri 2 balige dengan gampangnya membuka jurusan yang seharusnya bukan jurusan mereka yaitu Teknik Komputer Jaringan yang seharusnya SMK negeri 1 Lubanjulu yang legih berwenang, darimana bisa diloloskan oleh dinas pendidikan.
    3. pembukaan kelas setelah selesai pendaftaran yang terlaksana di semua sekolah menengah atas yang ada disekitar silaen,narumonda, uluan, lumbanjulu, pintupohan karena kekurangan siswa disebabkan penambahan ruang kelas baru untuk semua sma negeri yang ada di balige dan laguboti.
    oleh sebab itu kami harapkan kepada bapak bupati tobasa melalui bapak humas tolong perhatikan pendidikan khususnya pendidikan di swasta…jangan ada tebang pilih dan kami siap untuk memberikan data kalau bapak bupati menginginkan kami untuk berdialog, ini untuk kemajuan pendidikan di tobasa…Ini sesuai dengan misi bupati pada saat kampanye KALIBER dan LURUSKAN…kalau pun tidak ingin maju pendidikan berarti BUPATI membohongi publik mengenai VISI DAN MISI nya…Terima kasih…Horas

    1. yth. Pemerhati Pendidikan Tobasa

      terima kasih kembali untuk masukan dan data yang anda sampaikan, hal-hal seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjadi masukan dan bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan di bidang pendidikan. kami akan mencoba mengkonfrontir informasi ini dengan dinas Pendidikan Toba Samosir, dan apabila memungkinkan akan kami informasikan kepada Bapak Bupati.

      terima kasih
      horas
      (redaksi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s