BUPATI TOBA SAMOSIR : ” ANAKHON HI DO HAMORAON DI AU”

Hal tersebut disampaikan Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak kepada para orang tua siswa/i baru Yayasan Soposurung (Yasop) TP 2011-2012 yang telah berprestasi menikmati fasilitas pendidikan di Yayasan Soposurung yang merupakan sekolah rintisan bertaraf internasional dengan berbasis karakter, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak juga meminta agar para orang tua dapat memberikan dukungan moral dan materil terhadap anak-anaknya. Pernyataan tersebut merupakan sebahagian dari sambutan Bupati Toba Samosir yang disampaikannya ketika menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan 90 orang siswa/i Yayasan Soposurung (YASOP) Balige TP. 2011-2012 di Asrama Yayasan Soposurung, Sabtu (16/07) di Balige.

Kepada para siswa/i baru Yayasan Soposurung TP 2011-2012, Bupati meminta agar para anak didik tersebut dapat menghargai dan memanfaatkan kesempatan yang mereka peroleh untuk mengenyam pendidikan di Yayasan Soposurung sebagai sekolah yang telah banyak melahirkan lulusan yang berkualitas. “Berikan hatimu, bulatkan tekadmu untuk mendaki setiap bukit tantangan untuk meraih cita-cita, sehingga kelak mampu menjadi generasi yang kompetitif, mandiri serta mampu berbakti untuk nusa dan bangsa”, pinta Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap putra terbaik Balige Letjend TNI (purn) DR. TB Silalahi yang didorong dengan kecintaan dan tekadnya untuk kemajuan Toba Samosir telah mendirikan Yayasan Soposurung sebagai wadah  kepedulian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Toba Samosir khususnya. Setelah melalui perjuangan dan perjalanan yang panjang mengabdi untuk Nusa Bangsa, DR TB Silalahi telah berbuat sebelum orang lain berfikir ke arah itu, salah satunya melalui Yayasan Soposurung yang dari tahun 1990-an telah ditetapkan sebagai “pilot project” sekolah rintisan bertaraf internasional yang berbasis karakter. Tidak lupa, Bupati juga senantiasa berharap akan adanya gagasan dan ide lainnya dari DR TB Silalahi untuk percepatan pembangunan di Toba Samosir.

Terkait dengan polemik keberadaan SK Menteri Kehutanan Nomor 44, Bupati bermohon kepada Menteri Kehutanan untuk melakukan peninjauan terhadap SK tersebut, khususnya untuk wilayah Toba Samosir. Bupati berharap, dengan adanya peninjauan sesegera mungkin, akan dapat mengakhiri polemik di masyarakat karena banyak lahan pemukiman, lahan pertanian, bahkan lokasi perkantoran dihunjuk menjadi kawasan hutan. Bupati mengatakan bahwa revisi SK tersebut akan dengan sendirinya mampu mendorong percepatan pembangunan di Toba Samosir.

Kapolda Sumatera Utara Irjen. Wisjnu Amat Sastro yang juga didaulat untuk memberikan sambutan, juga senada dengan Bupati Toba Samosir, meminta agar para siswa/i yang telah terpilih untuk mendapat pendidikan di Yayasan Soposurung dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin kesempatan tersebut, dengan harapan nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Kapolda juga berpesan agar para siswa/i tersebut dapat menjauhi perilaku penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

Pengukuhan siswa/i Yayasan Soposurung ini sendiri dilakukan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan beserta ibu Soraya Hasan dihadapan hampir seribuan undangan yang hadir. Sebelum dikukuhkan berbagai pementasan ditampilkan para siswa/i tersebut. Dari suguhan tarian tradisional Batak “tor-tor” hingga atraksi seni beladiri terlihat sangat mahir diperagakan hingga mampu memukau para hadirin yang hadir.

Sementara itu, Menhut RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri atas undangan yang disampaikan Dewan Pembina Yasop untuk menghadiri acara pelantikan tersebut. Menteri mengatakan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan Yasop patut dijadikan contoh, karena mampu membentuk anak didik yang dapat melestarikan budaya bangsa yang disiplin dan berdedikasi.”Kita bertanggung jawab terhadap keberhasilan proses pendidikan anak bangsa, karena suatu bangsa akan berdiri tegak dan tangguh, apabila memiliki aset sumber daya manusia yang tangguh, berdedikasi tinggi, disiplin, kreatif serta bertanggung jawab”, kata Menteri.

Terkait dengan pelestarian lingkungan, Menteri berharap melalui Yayasan Soposurung dan seluruh masyarakat yang bermukim di daerah tangkapan air Danau Toba untuk bersama-sama melakukan reboisasi pada wilayah yang telah terdegradasi sehingga program penyelamatan Danau Toba sebagai aset nasional dapat tercapai sesuai dengan sasarannya.

Para Bupati di kawasan Danau Toba juga terlihat hadir pada acara ini, diantaranya Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Bupati Humbang Hasundutan Maddin Sihombing dan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing. Anggota DPR-RI Jonny Buyung Saragih dan Anggota DPRD SU Rooslynda Marpaung serta Ketua DPRD Toba Samosir Sahat Panjaitan juga hadir pada kesempatan tersebut serta  para tokoh masyarakat dan pengusaha yang tergabung dalam Forum Bona Pasogit.

Sebelumnya di awal acara, Dewan Pembina Yayasan Soposurung, DR TB Silalahi menyampaikan bahwa untuk TA 2011-2012, siswa/i baru yang diterima di Yasop berjumlah 90 orang. Siswa/i tersebut sebelumnya telah melalui seleksi yang sangat ketat meliputi seleksi akademik, psikotest, kesamaptaan, kesehatan dan wawancara. TB Silalahi juga menguraikan bahwa 90 siswa/i tersebut berasal dari berbagai sekolah di Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Phakpak Barat, Dairi, Karo, Padang Lawas, P. Siantar, Medan, Riau, Jakarta, Jawa Barat bahkan dari Kalimantan dan wilayah lainnya di Indonesia. Juga disampaikan, bahwa untuk mewujudkan siswa/i yang berkualitas dan berbasis karakter, Yasop telah dilengkapi berbagai fasilitas laboratorium pendidikan dan bahasa, perpustakaan dan tenaga pengajar Bahasa Mandarin dari luar negeri. TB Silalahi juga menambahkan bahwa hingga saat ini, telah banyak lulusan Yasop yang tersebar di Wilayah Indonesia dengan menduduki berbagai profesi dan peranan yang penting. Salah satu dicontohkan, Sere Hasugian yang merupakan alumni Yasop yang menahkodai kapal dan tercata sebagai Kapten Kapal perempuan pertama dengan lulusan terbaik. Saat ini, lulusan Yasop juga dijelaskan tengah banyak melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, seperti di ITB (172 orang), UI (116 orang), UGM, USU dan lainnya. “33 orang telah menjadi dokter, 47 orang lainnya telah bekerja di Departemen Keuangan RI dan mudah-mudahan mereka tidak seperti Gayus Tambunan”, gurau TB Silalahi disambut tawa para hadirin.

Pada pengukuhan dan pelantikan siswa/i baru Yasop ini, juga diisi dengan pemberian penghargaan Cendekia terbaik kepada para siswa/i Yasop yang masing-masing diserahkan oleh Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro, Kasdam Brigjen TNI Murdjito, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak, Ketua DPRD Toba Samosir Sahat Panjaitan dan Tokoh Peduli Bona Pasogit Payaman Simanjuntak.

MENHUT TINJAU PEMBIBITAN POHON

Dalam kunjungan kali ini di Kabupaten Toba Samosir, sehari sebelum mengukuhkan siswa/i baru Yayasan Soposurung TP. 2011-2012, Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan juga melakukan peninjauan pembibitan pohon penghijauan di areal Kipan A Batalyon Infanteri 125/Simbisa di Onan Sampang, Balige (15/07). Jenis tanaman yang rata-rata telah berumur tiga bulan yang berada di lokasi pembibitan ini, antara lain sengon, trembesi, suren, durian, jati putih, pinus, nangka, afrika  dan lain-lain. Setelah melakukan peninjauan di areal percontohan yang diawasi Dinas Kehutanan ini, Menteri Zulkifli Hasan bersama isteri Soraya Hasan melakukan penanaman pohon mangga di areal kompleks. Selanjutnya, penanaman pohon ini diikuti Ketua Dewan Pembinan Yasop Letjen (purn) TB. Silalahi, Kasdam Brigjen TNI Murdjito, Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak, Ketua DPRD Toba Samosir Letkol Habzen Sianturi, Ketua DPRD Toba Samosir Sahat Panjaitan, Kadis Kehutanan Provsu JB. Siringo-ringo dan Kadis Kehutanan Kab. Toba Samosir Hormat Panjaitan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menggalakkan penghijauan untuk menjaga kelestarian hutan mengingat kondisi hutan saat ini sudah banyak yang telah beralih fungsi. Selesai melakukan peninjauan di lokasi pembibitan yang nantinya direncanakan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, Menhut Zulkifli Hasan melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi TB Center.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s