BUPATI TOBA SAMOSIR : “PNPM-MP MEMBERIKAN MULTI MANFAAT KEPADA MASYARAKAT”

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) sudah membuktikan sebagai program yang mampu membentuk pola pembangunan partisipatif sehingga masyarakat mampu benar-benar menunjukkan peran serta nya sebagai pelaku pembangunan. Disamping itu, program ini juga sudah secara nyata telah mampu menanggulangi kemiskinan khususnya masyarakat perdesaan. Karena itu, dengan memahami benar manfaat program ini ketika sebelumnya menjabat kepala desa, Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak sangat “concern” akan keberlanjutan program yang salah satunya menitikberatkan prinsip yang berorientasi pada masyarakat miskin ini. Keberpihakan kepada masyarakat miskin tentunya harus dibarengi dengan peran aktif seluruh masyarakat  yang memberikan keleluasan bagi warga desa untuk “terjun langsung” dalam semua tahapan kegiatan.

“Melihat manfaat yang sangat besar tersebut, saya menekankan agar masyarakat dapat memupuk kebersamaan dan bersatu melaksanakan program ini”, ujar Pandapotan Kasmin Simanjuntak. Hal tersebut disampaikannya, di sela-sela kunjungan kerja yang dilakukan dalam melakukan pemantuan pelaksanaan kegiatan fisik PNPM-MP TA 2011 di Desa Bius Gu Barat, Kecamatan Parmaksian, Rabu (01/02). Bupati memberikan contoh ilustrasi pembangunan saluran irigasi yang dilakukan, karena dengan irigasi yang baik produksi pertanian juga dapat ditingkatkan. Katanya juga, dengan irigasi yang baik, lahan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan menunggu ditanami kembali. “Program ini memberikan multi manfaat bagi masyarakat apabila benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik”, katanya. Bupati juga menginstruksikan Camat, agar para kepala desa membuat suatu peraturan desa yang mendukung terjaminya pemeliharaan infrastruktur yang dibangun dan didanai PNPM-MP.

Ketika meninjau irigasi tersebut pada beberapa titik, Bupati juga dengan seksama mendengarkan keterangan Kepala Badan PM dan PD Kabupaten Toba Samosir James Silaban seputar manfaat setelah dibangunnya irigasi Pasar Baru-Boris in,i yang telah mempu mengairi areal persawahan penduduk sekitar seluas + 75 Ha. Selama kunjungan kerjanya ini, Bupati juga melakukan dialog dengan pelaku-pelaku PNPM-MP Kecamatan Parmaksian serta warga sekitar. Menurut James Silaban, melalui pemantauan dan dialog dengan pelaku PNPM-MP tersebut, akan diperoleh informasi-informasi akan menjadi alat evaluasi bagi Pemkab Toba Samosir untuk melakukan persesuaian ataupun perbaikan atas pelaksanaan sebelumnya. Dengan demikian, tujuan dan sasaran program sebagaimana yang diharapkan akan semakin terpenuhi. “Kita selalu menginstruksikan, agar dalam seluruh tahapan pelaksanaan PNPM-MP mengacu pada Petunjuk Teknis Operasional PNPM-MP”, ujar James.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Fasilitator Teknik Hansen Situmorang dan Fasilitator Pemberdayaan Santi Siahaan, Irigasi Pasar Baru-Boris ini dapat dibangun sepanjang 1.222,5 meter dari target sebelumnya 1.153 meter sesuai rencana anggaran biaya. Hansen menambahkan, irigasi ini dibangun dengan dana sebesar Rp. 330.788.000,- dan sudah termasuk dana operasional UPK dan TPK. Seputar Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Kecamatan Parmaksian, Hansen mengatakan, animo kelompok SPP di Parmaksian sangat tinggi, terlihat dari masih banyaknya kelompok SPP yang masuk daftar tunggu untuk menerima perguliran. Masih katanya, dana perguliran SPP hingga saat ini sudah mencapai angka sekitar Rp. 350 jt an, dengan 11 kelompok SPP. Nurmaya Silalahi, Ketua SPP Dosroha 1, salah satu kelompok SPP binaan UPK PNPM-MP Kecamatan Parmaksian mengatakan, SPP PNPM-MP telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi kelompoknya karena mampu mendorong dan meningkatkan roda perekonomian keluarga anggota kelompoknya. “Melalui SPP PNPM-MP, kami telah terbebas dari rentenir”, ujar Nurmaya.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Arwanto H Ginting dalam keterangan persnya menambahkan, program PNPM-MP sangat sejalan dengan program pembangunan yang dijalankan Pemkab Toba Samosir yang memprioritaskan dan meningkatkan porsi yang bersumber dari usulan masyarakat. Menurutnya PNPM-MP juga mengakomodir kesetaraan gender dengan memprioritaskan peran perempuan dalam pergerakan roda pembangunan. Juga sebagaimana misi Pemkab Toba Samosir untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, Arwanto berpendapat PNPM-MP merupakan salah satu wadah yang sangat tepat dan efektif. “Terlihat dari fisik yang dibangun, merupakan gagasan-gagasan warga yang digali mulai dari tingkat dusun yang kemudian berkompetisi untuk didanai PNPM-MP”, jelas Ginting. Lebih lanjut disampaikannya, pemantauan pelaksanaan PNPM-MP oleh Bupati, salah satu bukti komitmen dan keseriusan Pemkab Toba Samosir untuk memenuhi kebutuhan warganya dengan memperhatikan skala prioritas. “Sebagaimana motto PNPM-MP “Bersama Membangun Desa“, Bupati memberikan perhatian yang lebih akan sektor ini”, kata Arwanto. Juga diinformasikannya, bukti komitmen Bupati lainnya akan PNPM-MP, ketika baru dilantik sebagai Bupati, PNPM-MP di Kabupaten Toba Samosir hampir tidak dapat dilaksanakan, karena dana co-sharing tidak dianggarkan. “Saat itu, Bupati langsung memerintahkan agar dana tersebut ditampung di P-APBD, ya seperti sekarang ini, akhirnya PNPM-MP dapat terus berlanjut di Toba Samosir”, jelas Ginting.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s