TINGKATKAN KETAHANAN PANGAN PERBERASAN, PEMKAB TOBASA SERAHKAN 40 ALSINTAN UNTUK 40 KELOMPOK TANI

Workshop IPAT - BO1Dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di bidang perberasan, harus didukung dengan penyediaan sarana produksi pertanian. Untuk itu perlu dilakukan usaha pokok intensifikasi pertanian melalui penggunaan benih unggul, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian. Disamping itu, pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) serta penggunaan teknologi pertanian tepat guna sebagaimana sumber daya alam yang ada.

Demikian menurut Bupati Toba Samosir, Pandapotan Kasmin Simanjuntak dalam bimbingan dan arahannya pada Workshop Nasional Pemulihan Kesehatan Lahan dan Peningkatan Produksi IPAT-BO bagi para kelompok tani Toba Samosir yang dipusatkan di Narumonda, Kecamatan Siantar Narumonda, Selasa (18/12).

Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak pada kesempatan itu juga menyerahkan bantuan empat, unit hand traktor dari Kementrian Riset Dan Teknologi. Dari Pemkab Tobasa 31 unit hand traktor, 5 unit mesin pemipil jagung, benih padi unggul, benih jangung hibrida dan terpal plastik.

Sementara, di sela-sela workshop tersebut, anggota Komisi VII DPR RI Jhony Allen Marbun sebelum menyerahkan bantuan 4 unit handtraktor kepada 4 kelompok tani di Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Tobasa Tobasa mengatakan, meningkatkan kesejahteraan petani salah satu cara adalah mensubsidi hasil pertanian petani, bukan mensubsidi pupuk. Petani akan selalu menjadi korban dari mafia pupuk yang tergiur selisih harga pupuk subsidi dengan pupuk non subsidi.  Targetnya adalah apabila petani sejahtera, rakyat Indonesia sejahtera. Apabila petani sejahtera maka daerah perkotaan pun akan sejahtera. Jika hanya perkotaan yang sejahtera, belum tentu petani di desa juga sejahtera.

Bagaimana caranya agar kesejahteraan petani bisa meningkat penghasilannya. Menurut Jhony Allen salah satu cara adalah penanggulangan soal pupuk bersubsidi. Menurutnya, sebaiknya yang disubsidi itu adalah hasil produksi pertanian petani, bukan pupuk. Melihat perbedaan harga pupuk subsidi Dan non subsidi sangat jauh. Sehingga orang bisa tergiur untuk bermain-main soal pupuk bersubsidi yang selalu langka kepada masyarakat. “Jadi sebaiknya hasil produksi pertananian yang disubsidi harganya, sehingga tidak ada lagi ‘mafia’ pupuk bersubsidi,” kata Jhony Allen.

Workshop IPAT - BO2Jhony Allen, dihadapan ratusan petani yang hadir juga menyampaikan rasa prihatin dengan imej tentang petani yang strata sosialnnya selalu dianggap sebagai orang miskin. Padahal jika dibanding Negara lain, petaninya punya penghasilan yang sangat jauh dibandingkan petani di Indonesia. “Sesungguhnya petani adalah ujung tombak hidup dan kehidupan, pantas petani dihargai Dan hidup layak,” katanya. Didampingi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut Tahan Manahan Panggabean, Wakil Ketua DPRD Tobasa Rahmat Kurniawan Manullang, Jhony Allen selain menyampaikan permasalahan subsidi hasil pertanian petani, petani juga perlu sentuhan teknologi dalam mengelola pertaniannya. Sehingga pemerintah juga memperhatian bantuan terhadap petani berupa alat pertanian peningkatan SDM petani.

Workshop IPAT - BOWorkshop kerjasama Komisi VII DPR RI Dan Kementrian Riset dan teknologi RI, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Pemkab Tobasa menghadirkan pembicara  Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof DR Ir Tualar Simarmata MS mengatakan, daerah pertanian yang ingin maju harus benahi masalah irigasi. Karena irigasi sangat menentukan hasil produksi pertanian padi sawah. Tualar Simarmata optimis, jika saluran irigasi pertanian sawah bisa terkontrol secara normal, maka bukan tidak mungkin berhasil melakukan panen tiga kali setahun dengan hasil maksimal. “Di Tobasa air berlimpah, tinggal mengatur air saat musim hujan dengan musim kemarau,” katanya.

Dalam workshop, Tualar mendemonstrasikan kepada petani, tata cara dan teknologi memanfaatkan jerami menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan dan menyehatkan tanah. Demonstrasi pembuatan jerami menjadi pupuk yang dilihat secara langsung oleh ratusan petani yang hadir. (PPD-LM)

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s