USULAN PEMBANGUNAN DI LAGUBOTI DAN SIGUMPAR MASIH MEMPRIORITASKAN SEKTOR INFRASTRUKTUR

Musrenbang LagubotiMengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Bupati Toba Samosir, Pandapotan Kasmin Simanjuntak menyebutkan, untuk menciptakan pembangunan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat, maka dalam mengangakomodir aspirasi yang berkembang di masyarakat, dalam tahapan perencanaan pembangunan, dilakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) yang diawali dari tingkat desa/ kelurahan. Kemudian, hasil musrenbang tingkat desa tersebut akan diajukan pada Musrenbang tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/ provinsi hingga tingkat nasional.

“Hasil Musrenbang ini akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), yang selanjutnya menjadi landasan pada penetapan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)”, jelas Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak ketika membuka secara resmi pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan Laguboti, di Kantor Kecamatan Laguboti, Selasa (12/2). Lebih lanjut dikatakannya, untuk memenuhi ekspektasi tersebut, maka dalam setiap Musrenbang, diharapkan setiap gagasan maupun usulan yang muncul dari masyarakat, merupakan usulan prioritas yang berasal  dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga pencapaian visi dan misi pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan dapat terwujud.

Musrenbang Laguboti2Kepala Bappeda, James Silaban menyebutkan, pelaksanaan Musrenbang memiliki esensi pada upaya merumuskan hasil musyawarah masyarakat untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan pembangunan pada berbagai sektor, dengan berorientasi pada program pembangunan yang berpihak dalam pengentasan kemiskinan. Jadi, menurutnya, memaksimalkan kemampuan anggaran serta didukung dengan upaya memperoleh dukungan pembiayaan dari pihak lain, rencana pembangunan yang diterapkan di Toba Samosir merupakan pembangunan yang pro-rakyat.

Setelah melalui mekanisme Musrenbang tingkat desa, usulan pembangunan yang disampaikan dari masing-masing desa di Kecamatan Laguboti masih memprioritaskan pembangunan di bidang infrastruktur berupa saluran irigasi dan jalan desa. Menurut Camat Laguboti, Taruli Siagian, SH, hal ini diakibatkan mengingat wilayahnya yang merupakan  daerah dengan areal pertanian yang cukup luas.

???????????????????????????????Di tempat terpisah, pada Musrenbang Kecamatan Sigumpar yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sigumpar, Selasa (12/2), Kabag Humas dan Protokol, Elisber Tambunan dalam keterangannya menyebutkan, sebagaimana arahan Bupati Toba Samosir, Pandapotan Kasmin Simanjuntak, Musrenbang tingkat kecamatan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, sehingga pembangunan yang akan dilaksanakan sesuai dengan harapan dan kebutuhan lapisan masyarakat. “Perencanaan pembangunan yang demikian, maka pelaksanaan pembangunan akan tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat”, ujar Juru Bicara Pemkab Tobasa ini.

Elisber menyebutkan, tidak jauh berbeda pada pelaksanaan musrenbang sebelumnya di kecamatan lain, prioritas pembangunan yang diusulkan warga desa di wilayah Kecamatan Sigumpar masih menekankan pada pembangunan berbagai infrastruktur desa, seperti saluran irigasi, jalan desa, jaringan air minum dan sejenisnya.

Anggota DPRD Toba Samosir Boyke Pasaribu yang hadir pada Musrenbang tingkat Kecamatan Sigumpar menyebutkan, mengingat peningkatan anggaran yang sangat signifikan, diharapkannya berbagai usulan masyarakat dapat dimaksimalkan pada perencanaan pembangunan di masa mendatang untuk dapat direalisasikan. Disamping itu menurutnya, agar kualitas pembangunan juga terjaga sesuai standard, diperlukan pengawasan secara melekat dari seluruh pihak.

Sementara Robinson Sibarani, anggota DPRD Tobasa lainnya, menekankan harapannya pada kemampuan seluruh SKPD di Lingkungan Pemkab Tobasa untuk benar-benar menyikapi makna pelaksanaan Musrenbang, dengan mempertimbangkan usulan masyarakat dari masing-masing untuk didanai. Menurutnya, dengan pemerataan pembangunan ini, Visi Pemkab Toba Samosir dalam mewujudkan Toba Samosir yang dilandasi Kasih, Peduli dan Bermartabat akan segera terwujud.

Pada pelaksanaan musrenbang pada masing-masing kecamatan ini, dihadirkan seluruh elemen masyarakat terkait, seperti unsur muspika, unsur pemerintah kecamatan, unsur desa/ kelurahan dan unsur masyarakat yang antara lain meliputi tokoh masyarakat, LSM, kelompok profesi dan lainnya. Di akhir Musrenbang, hasil musyawarah dituangkan dalam berita acara  yang nantinya akan dibawa di musrenbang tingkat lanjutan.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

2 thoughts on “USULAN PEMBANGUNAN DI LAGUBOTI DAN SIGUMPAR MASIH MEMPRIORITASKAN SEKTOR INFRASTRUKTUR”

  1. Selain materi yang diusulkan para peserta Musrenbang Tobasa Tahun 2013 di Sigumpar, sebaiknya usulan-usulan nyata kebutuhan masyarakat oleh perorangan maupun kelompok yang disampaikan melalui Tulisan, Makalah, ataupun dalam bentuk yang lain seperti penyampaian aspirasi melalui Demo kepada Pemkab Tobasa sebaiknya dapat menjadi perhatian pengambil kebijakan di Toba Samosir dalam merumuskan RKPD yang akan ditangani oleh Pemerintah sesuai kewenangan masing-masing di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2014 yakni Pemkab Tobasa, Pemprov. Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat yang merupakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan sangat diperlukan sbb:

    1. Jalan dan Jembatan
    Masih Banyak daerah terpencil dan terisolir di Kabupaten Toba Samosir saat ini diakibatkan oleh:
    – Kondisi jalan kabupaten yang rusak sebesar 638,64 Km (52,88%) ataupun jalan yang belum beraspal sebesar 497,35 Km (41,17%) umumnya berada di Kecamatan Habinsaran, Kecamatan Borbor, Kecamatan Nassau dan Kecamatan Pintu Pohan Meranti.
    – Kondisi Jalan Provinsi yang rusak mencapai 83,62 Km (40,17%) terdapat pada ruas jalan Silimbat-Parsoburan, Porsea-Bts. Asahan dan Parsoburan-Bts. Labuhan Batu. Kondisi jalan ini selalu memprihatinkan, padahal jalan tersebut sangat diperlukan sebagai jalan pengumpul bagi jalan kabupaten dan mengurangi keterpencilan daerah di sekitarnya.
    – Jalan nasional 46,08 Km (75,44%) selalu dalam kondisi rusak, tidak terpelihara retak-retak dan berlobang disepanjang jalan menuju Medan maupun jalan menuju Sibolga sebagai pintu masuk/keluar ke Toba Samosir.
    – Bila ada kegiatan pembangunan selalu meresahkan mayarakat seperti pembangunan Jembatan Aek Simare.

    2. Sumber Daya Air

    Sumber daya air yang ada saat ini adalah jenis irigasi setengah teknis 3.818 Ha (29,23%) dan irigasi sederhana 9.242 Ha (70,77%) dan tidak terdapat irigasi teknis. Hal ini yang membuat sebahagian besar petani di Toba Samosir sulit mengelola sawahnya karena harus mengairi sawah (mandabu aek) setiap saat (siang dan malam) untuk memperoleh air yang sangat minimum. Kesulitan tersebut tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat untuk menciptakan irigasi teknis di Toba Samosir untuk meningkatkan pendapatan petani ataupun mengurangi beban petani.

    3. Air Bersih
    Air bersih merupakan barang langka di Toba Samosir, akses air bersih melalui perpipaan sebagian kecil terdapat di Balige 2.413 KK (5,67%), Ajibata 553 KK (1,30%), Porsea 1.530 KK (3,60%) dan Laguboti 619 KK (1,46%) selainnya itu sebanyak 37.990 KK (89.36%) masyarakat masih menggunakan sumur-sumur dangkal yang dibangun masyarakat sendiri di tempat-tempat rendah ataupun alur, air sungai maupun air danau untuk komsumsi Air minum dan MCK yang diangkut dengan cara memikul air. Pelayanan air bersih sangat minimal yang mengakibatkat ketersediaan jamban menjadi sangat terbatas. Kondisi ini berdampak kepada derajat kesehatan masyarakat.

    4. Listrik
    Masih terdapat 8.106 KK (19,06%) atau Rumah yang belum terlayani penerangan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), umumnya terdapat di Kecamatan Parmaksian, Kecamatan Tua Lunasi, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kecamatan Borbor, Kecamatan Habissaran, Kecamatan Siantar Narumonda, Kecmatan Ajibata, Kecamatan Silaen, Kecamatan Silaen, Kecamatam Sigumpar, Kecamatan Laguboti dan Bahkan di Kecamatan balige. Daerah yang gelap gulita tersebut berada pada daerah terisolasi yang sulit dijangkau oleh Kenderaaan Roda 4 namun potensi pertaniannya cukup besar seperti, padi, kopi, ubi-ubian, jagung dll. Dan Potensi pembangkit tenaga mini hidro tersedia di tempat tersebut, ataupun menggunakan PLTS sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s