CAMAT SILAEN HARAPKAN DUKUNGAN ANAK RANTAU BANGUN DESA MERANTI BARAT

Meranti Barat1 (2)Untuk mencapai Desa Meranti Barat, Kecamatan Silaen, Camat Silaen Dimposma Sihombing, S.Sos, MAP didampingi Kades Robinson Siagian, harus menempuhnya selama hampir 4 jam dengan kendaraan roda dua dengan kondisi jalan yang masih berbatu. Dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu ke desa yang berjarak sekitar 40 Km dari pusat Kota Silaen tersebut, Dimposma menyebutkan, Desa Meranti Barat memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi ini belum dapat secara maksimal dikelola dan dikembangkan mengingat akses ke desa tersebut masih sangat sulit ditempuh, apalagi ketika musim penghujan tiba.

Hal ini diutarakan Dimposma, Rabu (03/07) ketika berkunjung ke Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir di Balige. Lebih lanjut diterangkannya, sepanjang pengamatannya di desa tersebut, untuk kondisi saat ini, menurutnya Desa Meranti Barat sangat membutuhkan pembangunan akses jalan ke desa tersebut. Sesuai dengan titik berat pembangunan Pemkab Tobasa yang saat ini banyak memprioritaskan pembenahan infrastruktur, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar permasalahan ini dapat segera diminimalisir.

Meranti Barat1 (1)Sebagai pihak pemerintah, Dimposma menyebutkan, pihaknya telah mengupayakan berbagai program pembangunan yang dapat menyentuh langsung kebutuhan warga di desa tersebut. Melalui Musrenbang desa dan kecamatan, pihaknya telah menyampaikan berbagai usulan prioritas kebutuhan masyarakat untuk mendapat perhatian di desa tersebut. Disebutkannya lagi, untuk TA 2013, proyek perkerasan jalan hampir sepanjang 1 km yang didanai PNPM-MP telah membantu kemudahan akses menuju desa yang sebagaian besar penduduknya menggantungkan hidup dari bertani. “Dengan perkerasan jalan tersebut, roda perekonomian warga sangat terbantu karena dapat dengan mudah memasarkan hasil pertaniannya”, ujar mantan Kabid Kesbin pada BKD Tobasa ini.

Menurutnya lagi, fasilitasi air bersih juga sangat mendesak untuk dibangung di desa tersebut.  Karena itu, pihaknya akan berupaya mengusulkan ini pada perencanaan pembangunan yang akan datang, dengan harapan akan dapat didanai untuk direalisasikan. Disamping upaya yang dilakukan pihaknya selaku pemerintah, Dimposma mengatakan, Meranti Barat yang kaya potensi pertanian padi dan kopi ini, sangat membutuhkan sentuhan pembangunan dari berbagai pihak.

Dengan menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki pemerintah, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pihak swasta/ pengusaha maupun perorangan untuk mendukung pembangunan di desa yang belum menikmati fasilitasi listrik ini. “Saya berharap para investor akan tertarik untuk berinvestasi di desa ini”, ujarnya sembari berharap dukungan dari anak perantau dari desa tersebut untuk tidak henti-hentinya memberikan perhatian demi kemajuan di desanya.

Dimposma mengambil contoh, geliat perekonomian mulai sedikit berkembang di desa tersebut, saat PT Hutahaean menyewa areal perkebunan penduduk untuk ditanamai ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka. “Hal ini sangat membantu warga sekitar, karena lahan tidur yang selama ini tidak dipergunakan, menjadi produktif setelah menjalin kerjasama dengan pihak swasta tersebut”, ujarnya lagi.

Karena itu, Dimposma berharap kembali atas dukungan berbagai pihak untuk mendukung pemerintah setempat, khususnya dari anak rantau dari Kecamatan Silaen, khususnya dari Desa Meranti Barat, agar tidak lelah untuk memperhatikan kemajuan pembangunan di “bona pasogit nya”.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s