RATUSAN PELAJAR PADA 3 KECAMATAN DI TOBASA BNK DIBEKALI PEMAHAMAN TENTANG BAHAYA NARKOBA

UNTUK TERHINDAR JADI KORBAN, GENERASI MUDA TOBASA DIMINTA GUNAKAN HATI NURANI SAAT BERHADAPAN DENGAN  NARKOBA

Bupati Tobasa meminta generasi muda menggunakan hati nurani untuk terhindar jadi korban saat berhadapan dengan Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya) maupun menghindari bujukan pemakai Narkoba, kalian adalah generasi penerus bangsa dan sebagai ujung tombak pembangunan, karena itu, jauhilah narkoba, ikutilah kegiatan ini dengan baik serta jadilah contoh dan penyuluh bagi anak-anak yang lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini, sebut Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak, Kamis (22/8) dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan Setdakab Toba Samosir Drs Wasir Simanjuntak saat Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Toba Samosir menggelar acara Penyuluhan Bahaya Narkoba Pelajar SLTP di Wisma Ompu Raja Daud Kecamatan Lumbanjulu.
Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi Siswa SLTP di Kabupaten Toba Samosir Tahun 2013 ini diselenggarakan di 3 (tiga) Kecamatan, dan akan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2013 di Kecamatan Lumbanjulu, tanggal 23 Agustus 2013 di Kecamatan Ajibata, dan pada tanggal 26 Agustus 2013 di Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba Samosir dengan menghadirkan Narasumber dari Polres Tobasa, Dinas Kesehatan dan Komisi HIV AIDS Toba Samosir, Dinas Pemuda dan Olah Raga dan Bagian Hukum Setdakab Toba Samosir dan Kepala Bagian Kesehjateraan Sosial Setdakab Toba Samosir Harapan Napitupulu, sebagai sekretaris panitia pelaksana kegiatan.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Toba Samosir untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda agar tidak terjerumus pada lembah gelap Narkoba yang juga pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada BNK Toba Samosir sebagai penyelenggara yang telah bekerja sama dengan Polres Toba Samosir  dan instansi terkait termasuk Bagian Kesejateraan Sosial Setdakab Toba Samosir. Termasuk untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba ditengah-tengah kehidupan masyarakat.
Seperti kita ketahui, Remaja adalah suatu fase dari kehidupan manusia yang sedang tumbuh dan berkembang, sehingga mereka sedang mencari identitas diri dan akan melepas diri dari peraturan-peraturan yang ada, seperti aturan dari orangtuanya, sekolahnya, lingkungannya dan lembaga-lembaga lain yang ada disekitarnya diberangi animo atau keinginan yang kuat untuk diterima oleh teman-teman sebayanya, sebut Bupati menggambarkan, sehingga tidak jarang mereka harus terbawa dan terikut arus dalam tindakan yang melanggar hukum seperti tawuran antar pelajar, geng, penyalahgunaan narkoba serta kebut-kebutan di jalan raya dengan tidak mengindahkan keselamatan orang lain bahkan dirinya sendiri.
Lebih lanjut disebutkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini sudah sampai pada tingkat yang membahayakan dan mengancam pilar-pilar kehidupan bangsa. Berdasarkan Data BNN, jaringan Narkoba internasional telah memanfaatkan  Indonesia sebagai pangsa pasar potensial peredaran narkoba, BNN mencatat transaksi dan perputaran uang dalam satu tahun sebesar 42,8 trilyun hanya untuk membeli narkoba dan dana tersebut mengalir ke rekenging jaringan  internasional
Mencermati hal tersebut, Pemerintah dan Badan Narkotika telah mengadakan berbagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai narkoba dengan melakukan berbagai penyuluhan seperti ini serta melalui aparat  hukum dilakukan penindakan  hukum bagi pengedar dan pengguna narkoba walaupun hasilnya belum maksimal, namun hal tersebut sudah menunjukkan keseriusan pemerintah dan memberantas peredaran narkoba.
Bupati juga menjelaskan bahwa pelajar SMP adalah generasi penerus bangsa dan sebagai ujung tombak pembangunan, jauhlah narkoba, ikutlah kegiatan ini dengan baik serta jadi contoh dan penyuluh bagi anak2 yang lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Diharapkan setelah setelah mengikuti kegiatan semua bisa sadar bahwa narkoba sangat berbahaya. Dan pesan saya jangan sesekali mencoba narkoba, karena 80 % pengguna walnya adalah karena coba-coba akibat penasaran dan ditawarkan teman.
Selanjutnya pada saat penyuluhan, ratusan peserta yang keseluruhan adalah  siswa SLTP se Kecamatan Lumbanjulu diajak berdoa dan berjanji akan menjauhi Narkoba dan tidak akan bergaul dengan orang-orang yang terlibat narkoba dan apabila suatu saat berhadapan narkoba dan pengguna narkoba, gunakalah hati nurani  untuk menjauh.
Sementara itu, Ruth Silalahi dari Komite HIV AIDS HKBP sebagai narasumber menyatakan alasan mengapa memakai narkoba adalah 68 persen karena ingin mencoba pakai narkoba, karena ajakan atau bujukan teman, karena ingin bersenang-senang dan factor yang berperan  adalah faktor individu adalah rasa ingin tahu, rasa percaya diri yang kurang, hubungan social, kurangnya kurang baik dan merasa kurang dihargai kurang pemahaman agama,  faktor keluarga perceraian atau hubungan keluarga yang tidak harmonis kurang perhatian dalam keluarga dan faktor lingkungan tekanan atau intimidasi dari teman sebaya, bujukan teman, dan tempat tinggal dan pergaulan yang kurang baik.
Disebutkannya menambahkan bahwa bahaya akibat mengkonsumsi Narkoba, akan timbul ketergantungan fisik dan mental, timbul toleransi sehingga membutuhkan penambahan dosis secara terus menerus, mengakibatkan resiko tinggi tertular penyakit menular, termasuk HIV/AIDS, selanjutnya yang paling parah meninggal karena overdosis, sebutnya dalam paparannya.
(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s