WASPADA DBD, DINKES TOBASA LAKUKAN “FOGGING”

Perubahan iklim di wilayah Toba Samosir (Tobasa) ke musim penghujan, perlu disikapi dengan mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk  Aedes aegypti  atau lebih lazim disebut nyamuk demam berdarah yang menyebarkan virus dengue. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang penularannya dari satu penderita ke penderita lain disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini hidup di daerah yang beriklim tropis dan sub tropis termasuk

???????????????????????????????Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Samosir kembali melakukan pengasapan atau thermal fogging pada beberapa tempat yang dianggap rawan dalam berkembang biaknya nyamuk tersebut. H. Siagian salah seorang staf Dinas Kesehatan bersama M. br Hutasoit staf Puskesmas Balige, ketika ditemui di lokasi fogging di sekitar wilayah Kelurahan Balige I dan III, Rabu (27/11) menyebutkan, fogging ini dimaksudkan sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran vektor dan mencegah penyebaran DBD.

Disebutkan, dengan pengasapan dengan obat fogging yang mengandung malathion, diyakini dapat memotong siklus vektor penyebarannya, diharapkan akan efektif  memberantas berkembang biaknya nyamuk tersebut. Disamping itu, katanya, langkah antisipatif lainnya yang dapat langsung dilakukan para warga, yakni dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan abatisasi untuk memberantas jentik nyamuk. Karena itu, disarankan, agar seluruh masyarakat dapat berperan aktif untuk menjaga kebersihan lingkungannya, sehingga penyebaran vektor dapat dihindari.

M br Sihite salah seorang ibu rumah tangga yang rumah dan seluruh pekarangannya juga di “fogging” mengucapkan terima kasih atas langkah antisipatif yang ditempuh Dinas Kesehatan Tobasa. Menurutnya, fogging ini sangat membantu dalam memberikan rasa nyaman, sehingga kekhawatiran akan menjangkitnya DBD dapat teratasi.

Sementara, Ketua Komite Pemantau Pembangunan Independen wilayah Tobasa, Eduard Sibuea di tempat terpisah, mengapresiasi langkah tanggap Dinas Kesehatan Tobasa. Namun, Eduard menekankan, agar sebelum fogging dilakukan, agar terlebih dahulu Dinas Kesehatan menginventarisi lokasi yang berpotensi berkembang biaknya vektor DBD. Kemudian melakukan langkah sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Sebelum fogging dilakukan, dikatakannya agar diinformasikan kepada warga, sehingga ketika fogging dilakukan, para pemilik rumah berada di tempat sehingga, seluruh rumah penduduk dapat diasapi.

“Kita sarankan agar Dinas Kesehatan, sebelumnya berkoordinasi dengan pihak kecamatan/ kelurahan, sehingga pihak kecamatan/ kelurahan dapat mensosialisasikan kepada warganya. Dengan demikian fogging ini akan benar-benar efektif”, ujarnya.

Eduard juga meminta, agar langkah fogging ini benar-benar dilakukan sebagai langkah antisipatif sebelum demam berdarah mewabah. Diingatkannya, agar upaya fogging tidak hanya dilakukan ketika telah jatuh korban DBD. Untuk itu, secara terencana, Eduard meminta, agar fogging dilakukan secara berkala dan menyeluruh di seluruh daerah pemukiman penduduk yang berpotensi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

(#iqnatio)

One thought on “WASPADA DBD, DINKES TOBASA LAKUKAN “FOGGING””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s