SOSIALISAI INFRASTRUKTUR HIJAU DI TOBASA

DEPUTI MENEG KLH : TOBASA AKAN MENJADI “ROLE MODEL” MASYARAKAT RAMAH LINGKUNGAN

Photo2Menurut Deputi IV Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, Kabupaten Tobasa dapat menjadi “role model” masyarakat ramah lingkungan melalui program infrastruktur hijau. Program infrastruktur hijau yang mereka kembangkan, tidak semata membangun fasilitas peralatan sampah, dan penghijauan, namun juga mencakup sumber daya manusia yang didorong menjadi masyarakat yang berbudaya lingkungan.

“Kami percaya, bahwa kepemimpinan dan komitmen Pemkab Tobasa, dapat menjadi kunci keberhasilan untuk membangun Infrastruktur Hijau,sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten/ kota lainnya”, ujar Deputi yang membidangi  Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah ini, dalam Sosialisasi Infrastruktur Hijau di Kabupaten Toba Samosir, yang dilaksanakan di Laguboti, Senin (09/12).

Keyakinan ini menurutnya, didasari komitmen yang diperlihatkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tobasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu komitmen yang ditunjukkan masyarakat Tobasa menurutnya, terlihat dari antusiasme masyarakat yang sangat besar, dibanding penyelenggaraan sosialisasi sebelumnya pada  beberapa tempat di Indonesia. Menurutnya, antusiasme masyarakat didukung kepemimpinan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak diyakini telah menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program infrastruktur hijau di daerah tersebut.

Photo5Dikatakannya, program infrastuktur hijau merupakan salah satu program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup di daerah. Esensi pembangunan, termasuk pembangunan lingkungan hidup yang berhasil itu dimulai dari desa, karena itulah, dalam sosialisasi infrastruktur hijau ini, pihaknya langsung melibatkan masyarakat desa dan kecamatan, untuk bersama-sama mensukseskan program ini.

“Merupakan kewajiban kita bersama mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan asri “, kata Ridho didampingi Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregioan Sumatera Ilham Malik, dihadapan sekitar lima ratusan peserta sosialisasi yang memadati Sopo Oppu Gora, Laguboti. Menjadikan Tobasa sebagai kabupaten yang ramah lingkungan melalui pelaksanaan program infrastruktur hijau, kata Ridho, juga merupakan atas andil Komisi VII DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Lingkungan Hidup.

Secara khusus, Ridho juga menyebutkan harapannya, Toba Samosir nantinya juga akan menjadi panutan dalam pengelolaan danau. Danau Toba yang dikelola melalui program infrastruktur hijau, akan menjadi danau yang berdaya saing, mengingat Danau Toba sebagai satu-satunya danau terbesar dan terindah  di Asia Tenggara yang kaya potensi. Dengan pengelolaan yang tepat, dan melibatkan seluruh masyarakat, pemerintah dan instansi terkait, khusunya dalam penanganan berbagai pencemaran yang timbul, Ridho optimis upaya ini akan berhasil.

Photo4Sementara, Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak sangat berterima kasih dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada Kabupaten Tobasa. Melalui sosialisasi yang diselenggarakan pihak Kementerian Lingkungan Hidup bagi masyarakatnya, Bupati yakin, wawasan masyarakat Tobasa akan bertambah dalam pelestarian lingkungan, sehingga menjadi lebih peduli dengan lingkungannya.

Disebutkan Kasmin, permasalahan lingkungan hidup merupakan masalah moral dan perilaku manusia dan tidak mengenal batas wilayah, kawasan maupun negara. Karena itu, diperlukan suatu penanganan secara bersama-sama, salah satunya melalui gerakan kearifan dalam merawat bumi sebagai sebuah rumah yang nyaman bagi kehidupan. “Dengan membangun suatu gerakan bersama, akan muncul perilaku hidup baru dan pembenahan cara pandang dalam berinteraksi dengan alam dan sesama”, ujar Kasmin.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Tobasa, Drs. Agus Nadeak, MSi menyebutkan, untuk Tahun 2013, Kementerian Lingkungan Hidup telah memberikan bantuan infrastruktur hijau bagi Kabupaten Tobasa, berupa tempat pembuangan sampah dari plat besi sebanyak 11 (sebelas) unit, gerobak sampah sebanyak 25 unit, tong sampah 390 unit, rumah kompos 2 unit dan bibit pohon buah-buahan sebanyak 5000 batang. Disamping itu, juga diberikan bantuan non fisik, meliputi sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian kerusakan lingkugan, sosialisasi kebersihan dan pengelolaan sampah, serta sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan.

Photo11Pada kesempatan tersebut, untuk mendukung program infrastruktur hijau di wilayah Kabupaten Tobasa, TP PKK Kabupaten Tobasa juga menyerahkan bantuan kepada beberapa kecamatan. Bantuan yang langsung diserahkan Ketua TP PKK Kabupaten Tobasa, Ny. Netty Pandapotan br Pardosi ini, terdiri atas cangkul, alat gotong royong, cat/ paku dan perlengkapan lainnya.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s