KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP TAWARKAN TOBASA MILIKI BANK SAMPAH

Green1Sampah sebenarnya bukanlah suatu momok yang menakutkan, karena ternyata sampah memiliki banyak manfaat. Ini disebutkan Ir. Sudirman MM yang menjabat Asisten Deputi IV Menteri Negara Lingkungan Hidup yang membidangi Urusan Pengelolaan Sampah, pada Seminar Infrastruktur Hijau Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (10/12), di Balige, Tobasa.

Dalam pengelolaan permasalahan lingkungan hidup, salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah masalah sampah yang belum dikelola secara terpadu, sehingga menyebabkan lingkungan hidup yang kotor, bau dan menjadi sarang penyakit. Permasalahan ini menurutnya harus mendapat perhatian dari seluruh pihak, sehingga pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup sebagaimana diamanatkan melalui program infrastruktur hijau dapat terwujud.

Untuk mengatasi permasalahan sampah saat ini, salah satu metode yang dipandang menjadi cara yang tepat menurutnya, yakni Metode 3R yang meliputi Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya, Reduce berarti mengurangi segala aktifitas yang berpotensi menghasilkan sampah, dan Recycle berarti mengolah ulang kembali menjadi bahan-bahan yang berguna”, papar Sudirman dihadapan 500 peserta sosialisasi yang berasal dari 10 kecamatan di Aula SMKN 1 Balige. Dengan metode ini, katanya, tentunya permasalahan sampah dapat diminimalisir dan mampu memberikan nilai tambah bagi warga sehingga lebih peduli pada lingkungan hidup.

Green2Disamping metode tersebut, Sudirman juga menawarkan konsep pembuatan Bank Sampah. Konsep ini menurutnya telah terbukti berhasil menanggulangi masalah persampahan pada beberapa kota besar di Indonesia. “Bank sampah menerapkan manajemen layaknya sebuah bank, dimana warga menyetorkan sampah kering sebagaimana sebuah tabungan. Nasabah yang menabung/menyetor sampah, dapat meminjam uang yang nantinya dapat dibayarkan sejumlah nilai sampah yang ditabung/ disetor”, ujarnya. Sampah-sampah dari bank sampah ini akan dijual ke perusahaan-perusahaan/ UKM yang telah memiliki kerjasama dengan pihak bank sampah dalam pemanfaatan sampah tersebut.

Untuk mewujudkan bank sampah di Tobasa, Sudirman menyebutkan, pihaknya akan mendukung penuh agar konsep ini dapat berjalan. Menurutnya, bisa dibayangkan nantinya, apabila konsep ini berjalan, Dana dari bank sampah dapat dipergunakan untuk pinjaman, membeli sembako, ataupun untuk kepentingan lainnya. “Orang nantinya dapat minjam duit, beli sembako, bahkan bayar cicilan pembelian sepeda motor yang dibayar pakai sampah”, beber Sudirman bersemangat.

Green3Bupati Tobasa yang diwakili Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan, Drs. Agust Nadeak menyambut baik program infrastruktur hijau, yang dinilainya sebagai perhatian khusus Kementerian Lingkungan Hidup bagi Tobasa sebagai salah satu kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba yang terkenal dengan keindahan alamnya. Disamping gagasan yang disampaikan para narasumber dari kementerian, Agust yakin, sosialisasi tersebut telah berhasil menambah wawasan peserta di bidang pelestarian lingkungan hidup. Dengan sosialisasi tersebut, juga disebutkan, akan diperoleh cara pandang dan perilaku yang benar dalam mengelola lingkungan hidup.

Sosialisasi ini juga diisi dengan penyerahan bantuan peralatan infrastruktur hijau kepada 10 kecamatan yang mengikuti kegiatan ini yang masing-masing diterima para camat dan masyarakat yang mewakili. Bantuan infrastruktur hijau ini antara lain berupa, tempat pembuangan sampah, rumah kompos dan mesin pencacah sampah, dan lainnya.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s