KELUARGA BESAR KEJARI BALIGE RAYAKAN NATAL

“DENGAN SATYA, ADHI DAN WICAKSANA, JAKSA  MENJADI PEMBAWA DAMAI”

IMG_8349“Perayaan Natal ini, kiranya menjadi momentum perenungan menuju kesempurnaan melaksanakan tugas, sebagaimana Trikrama Adhyaksa yakni Satya, Adhi dan Wicaksana”, ujar Kajari Balige, Harly Siregar dalam Perayaan Natal Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Balige beserta Cabang Kejaksaan di Pangururan dan Porsea, yang dilaksanakan di Tio Convention, Hotel Sere Nauli, Laguboti, Senin (16/12).

Dikatakannya, sesuai dengan thema “Datanglah Ya Raja Damai” yang dikutip dari natas Alkitab Yesaya 9:5, melalui perayaan Natal tersebut, diharapkan, aparat kejaksaan mampu mewujudkan damai, khususnya di bidang hukum. Karena itulah diangkat sub thema “Insan Adhyaksa menjadi Perpanjangan Tangan Tuhan sebagai Pembawa Damai di Bumi”. Sebagai pembawa damai, kata Harly, aparat kejaksaan tidak dapat berdiri sendiri, sebagaimana budaya, substansi dan infrastruktur hukum. Karena itu, dengan kebersamaan melalui perayaan Natal bersama aparat Adhyaksa, masyarakat dan penegak hukum dapat terhindar dari ketidakpastian hukum.

Senada dikatakan Edwin Pamimpin Situmorang mewakili Keluarga Besar Purna Adhyaksa, thema dan sub thema yang diangkat mengandung makna yang sangat esensial. Karena itu diharapkannya, dengan semangat Natal, para jaksa akan tampil sebagai pembawa damai sebagaimana kompetensinya.

IMG_8307Sementara, Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu dalam sambutan tertulis Bupati menyebutkan, momentum perayaan Natal Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Balige ini, dapat dijadikan sebagai upaya menyongsong peningkatan pelayanan di bidang hukum hingga menjadi berkat bagi semua masyarakat. Mengingat, sebagai mitra strategis pemerintah dan sebagai pengacara negara, Bupati mengapresiasi peranan Kejari Balige selama ini yang telah mengadakan kerjasama di bidang penyuluhan hukum dan bantuan hukum.

Dalam khotbah Perayaan Natal Keluarga Besar Kejari Balige oleh Pdt. Midian KH Sirait, M.Th, para jemaat khususnya aparat kejaksaan, diminta mengambil peranan dalam mengatasi krisis damai sekarang ini. Karena itu, aparat kejaksaan harus melahirkan “spirit” sebagai sumber damai, karena sebagai pembawa damai, aparat kejaksaan akan beroleh kebahagiaan di tengah-tengah kehidupan. “Thema ini menyiratkan suatu doa, mengingat damai itu sudah sangat mahal, jadi melalui perayaan Natal sebagai peristiwa iman, mampu memotivasi kehidupan umat, terlebih aparat kejaksaan ke arah yang lebih baik”, harap Praeses Distrik XI Toba Hasundutan.

Walau berlangsung dengan sederhana, perayaan berlangsung dengan penuh hikmat. Sebelumnya juga dilakukan penyalaan lilin sebagai symbol Natal yang menerangi dunia. Berbagai kidung pujian diperdengarkan oleh jemaat. Juga tampil persembahan lagu lagu memuliakan Tuhan oleh PS Panti Karya Hephata, Avenue Voice, siswa/i Yasop Balige, dan Koor Kejari Balige. Tidak ketinggalan lagu persembahan kebesaran Tuhan Yesus oleh Kajari Balige dan keluarga.

Dalam perayaan ini juga ditampilkan fragmen Penciptaan, Kejatuhan Manusia dalam Dosa hingga Kelahiran Tuhan Yesus. Di akhir acara, Kajari dan Panitia Natal juga menyerahkan bingkisan Natal kepada anak-anak, KBPA, PK Hephata sambil dihibur Axido Trio.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s