CATATAN :

PERAN HUMAS PEMDA BUKAN SEKEDAR TUKANG KLIPPING KORAN

Oleh : Lukman Janti Siagian, SH – Mantan Wartawan di Balige *

Tukang KlipingSuatu hari, saat duduk santai dengan beberapa teman sesama pegawai, seorang teman bertanya kepada saya, Apa peran Petugas Hubungan Masyarakat (Humas) di lingkungan pemerintah daerah? apakah hanya sebagai tukang foto atau shooting video, lantas meliput kegiatan dan membagi relis pers sekaligus membagi “amplop” ongkos kirim berita kepada wartawan atas liputan suatu kegiatan pemerintahan. Saya hanya tersenyum kecut mendengar ucapan teman tersebut, seraya menjelaskan peran humas sesuai pengalaman saya dan tugas pokok dan fungsi yang saya tahu, tetapi sang teman tetap tidak puas, dia tetap beranggapan dengan menyebutkan bahwa peran bidang Kehumasan terlalu kecil sebagai sebuah instansi dengan begitu banyak staf pegawai yang ditempatkan ditambah anggaran biaya ratusan juta, kalau hanya untuk meladeni puluhan wartawan yang bertugas di lingkungan pemerintah daerah.

Teman saya ini malah memberikan saran bahwa peran Petugas Humas perlu ditingkatkan tidak hanya sekedar mengurusi wartawan, tetapi hendaknya peran kehumasan akan semakin meluas dalam berhadapan dengan seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, Petugas Humas harus mampu mengakomodir, mengelola serta menuntaskan seluruh informasi penyelenggaraan pemerintahan, menganalisa dan mengemas informasi yang sedang berkembang ditengah-tengah masyarakat mulai dari tingkat desa sampai di tingkat kabupaten menjadi sebuah informasi yang layak dikonsumsi. Selanjutnya menyalurkan informasi yang jelas ke pihak yang berkompeten serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam menentukan solusi sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Pengalaman selama bekerja di Bagian Humas, kesan seperti yang disampaikan teman saya ini memang kesan yang saya alami selama menjadi staf humas pemerintah, berkutat bak tukang kliping koran, membuat relis berita dan sesekali terbit di halaman satu media cetak, memfoto dan shooting video, mengadakan temu pers, sesekali menulis advertorial sederhana, termasuk mengelola website atau situs maupun mengelola media internal,  hal ini pun sering mendapat kritikan dari seorang rekan wartawan, karena pekerjaan seperti itu juga masih kurang optimal dikuasai Petugas Humas secara utuh sesuai dengan kemampuan Sumber Daya Manusia yang ada.

Secara umum peran humas sebagai pihak yang bertugas dibidang pencitraan sebuah organisasi pemerintahan sebenarnya memiliki peran lain yang lebih besar sebagai mata dan telinga dari pimpinan organisasi, namun masalahnya selama ini peran humas banyak yang salah kaprah, Bagian Humas sering dijadikan hanya sekedar kosmetika organisasi, kurang diperhatikan atau diberdayakan dan bahkan tidak jarang dalam prakteknya karena sulitnya berhadapan dengan wartawan membuat banyak pegawai yang enggan bertugas ditempatkan pada Bagian Humas.

Bagian Humas seharusnya menjadi jembatan bagi pemerintah daerah kepada masyarakat, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat memahami kinerja pemerintah akan apa yang akan dilakukan dan telah dilakukan (termasuk dalam menyampaikan unek-uneknya dapat diantisipasi oleh humas), baik sebelum dan sesudah terjadinya sesuatu peristiwa. Sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran realita di lapangan dan harus mampu menyajikan output yang baik didalam kinerja secara menyeluruh sebuah organisasi pemerintah.

Idealnya juga peran humas sudah harus meningkat dan bergeser dari peran yang hanya sekedar meladeni wartawan menjadi peran yang lebih menguasai informasi dan seluruh rangkaian organisasi dan kinerja organisasi dilingkungannya sendiri, sehingga secara teknis administrasi Petugas Humas sudah seharusnya memahami perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan pekerjaan termasuk pengadaan barang jasa maupun teknis administrasi lainnya di lingkup organisasinya.

Diakui selama ini, peran dan fungsi humas di lingkungan pemerintahan daerah masih sangat terbatas dan belum optimal. Alasannya karena keterbatasan dana yang dialokasikan dan minimnya kemampuan SDM dari para pejabat kehumasan itu sendiri dalam penguasaan substansi tugas dan peran, kurangnya pejabat yang berkualifikasi kehumasan dari sisi pendidikan formal, serta masih terbatasnya pemahaman pimpinan organisasi tentang arti dan fungsi dari humas itu sendiri.

Selama ini sering petugas humas di lingkungan pemerintah daerah dengan anggaran ratusan juta rupiah terjebak rutinitas meladeni wartawan, padahal Bagian Humas itu sebagai corong dan pencitraan harus mampu mengakomodir seluruh persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat serta mampu menganalisa penyelenggaraan pemerintahan dan menyuguhkan solusi yang baik.

Sebagai saluran pengaduan masyarakat, Bagian Humas juga harus mampu mengelola kritik dan keluhan masyarakat, kemudian disampaikan ke tingkat atasan dan dituntaskan dengan solusi yang dapat diterima pihak yang mengadu sesuai dengan ketentuan yang ada, sekaligus semua kritik, saran dan keluhan masyarakat ini sebagai sumber infomasi yang mencakup seluruh organisai pemerintah.

Disisi lain, Petugas Humas juga harus memahami ketentuan peraturan-peraturan perundang-perundangan yang berlaku termasuk di bidang pemerintahan daerah, kehumasan, keprotokolan maupun Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik serta memiliki seni dalam mengelola informasi dan orang-orang, karena memang petugas humas sehari-hari bergelut berhadapan dengan wartawan dan masyarakat yang sifatnya kadang memang menyebalkan, walaupun tidak jarang yang datang dan berkepentingan ke humas adalah orang yang penting dari sebuah organisasi pemerintah atau kelompok masyarakat.

Memang diakui, peran dan fungsi humas pemerintah daerah selama ini masih kalah kelas bila dibandingkan dengan public relations organisasi bisnis atau kalangan dunia usaha lainnya. Karena itu, humas pemerintahan harus sadar bahwa mereka memiliki peran yang semakin penting dan strategis, dan diharapkan agar aparatur kehumasan pemerintah sebisa mungkin lebih memperluas wawasan, pemahaman dan pengetahuan di seputar dunia kehumasan agar kinerja dan profesionalisme tugas pemerintahan dapat terlaksana dengan baik.

Bagian Humas juga harus mampu menerapkan prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat dan mampu secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dengan demikian ia dapat memberi masukan pada pimpinan untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling menguntungkan dan berkelanjutan serta mampu bersaing.

Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap petugas humas harus mempelajari setiap langkah dan sasaran organisasinya. Memantau keadaannya sejauh mana langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan. Apakah pendapat umum terhadap langkah dan sasaran itu. Hasil pemantauan hari ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan esoknya dan begitu seterusnya secara berkesinambungan.

Peranan humas lainnya adalah untuk menanamkan sense of belonging pada publiknya dalam upaya untuk memenangkan tujuan organisasi sehingga public memiliki persepsi positif terhadap kinerja organisasinya, yang tentunya berlandaskan keterampilan humas agar dapat menyentuh persepsi publik sasaran. Humas harus tampil beda dan terus berkomitmen menyebarluaskan informasi ke masyarakat.

Keberadaan Humas tidak dapat dipisahkan dari kegiatan dan opini publik. Termasuk karena sejalan dengan tuntutan transparansi oleh masyarakat luas terhadap pelayanan pemerintah apalagi dengan diterbitkannya ketentuan peraturan keterbukaan informasi publik. Humas sebagai pejabat informasi public diharapkan bisa mewarnai semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan dilibatkan dalam seluruh rangkaian kegiatan organisasi.

Petugas Humas juga harus bisa menginterpretasikan, menganalisis dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik, bisa mempertemukan kepentingan pemerintah dengan kepentingan publik (masyarakat), serta mengevaluasi program pemerintah daerah yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Kualitas yang khas pada pimpinan kehumasan dan petugas humas ialah kemampuan menganalisis. Setiap anggota staf humas juga harus berkemampuan sebagai juru analisis. Pimpinan kehumasan harus pula bisa membenahi dirinya, dan menganggap dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah atau disuruh-suruh, karena pimpinan humas sendiri bukan mengurusi bagian yang memberi perintah.

Ironisnya banyak humas pemerintah daerah yang belum memahami tugas dan fungsinya. Humas pemerintah cenderung sebagai pelayan pejabat pemerintah yang bisa disuruh kesana kemari oleh ajudan kepala daerah, ketimbang menjadi public relation. Humas pemerintah seringkali tidak konsisten, kurang strategis dan tidak peka terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat luas.  Sehingga terkesan cuek, hal ini lantaran humas pemerintahan tak memahami dan kurang mengerti serta kurang dilibatkan dalam berbagai persoalan yang ditimbulkan akibat kebijakan pemerintah di lingkungannya.

Sekali lagi, menjadi petugas humas pemerintahan, memang bukan sebuah pekerjaan ringan. Apalagi reputasi, keberhasilan, dan eksistensi sebuah lembaga pemerintahah sangat tergantung dari kinerja humas yang dimilikinya. Saat ini aparat humas menghadapi tantangan berat sejak era kebebasan pers. Hal ini dikarenakan secara faktual dapat dilihat jarang sekali muncul pemberitaan pers yang mengangkat upaya-upaya baik dan kerja keras yang tengah dilakukan pemerintah atau keberhasilan yang telah dicapai pemerintah daerah malah terkesan berbanding terbalik yang telah dilakukan.

Kondisi sebagian besar SDM humas pemerintahan belum memenuhi kualifikasi sebagai petugas humas yang profesional, padahal mengelola dan menguasai teknologi informasi termasuk di bidang media social seperti youtube, facebook dan twitter serta media social lainnya yang terus berkembang sebagai sarana mencapai tujuan tidak bisa ditawar sudah harus dikuasai petugas humas

Untuk itu, perlu juga dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman Humas pemerintah daerah tentang peran humas dan pentingnya membangun image kepercayaan publik, dan meningkatkan kemampuan tentang teknik-teknik membangun citra, serta meningkatkan kemampuan pemahaman tentang media relation sebagai salah satu pendukung upaya membangun citra.

(Tulisan ini tidak mewakili institusi atau instansi manapun juga dielaborasi penulis untuk dimuat di blog humastobasa.wordpress.com)

* Penulis juga pernah menjabat Kabag Humas dan Protokol Setdakab Tobasa

Untuk tulisan yang akan dimuat, dapat dikirimkan ke email : humastobasa@gmail.com    atau iqnatio@gmail.com

One thought on “CATATAN :”

  1. Bravo Humas Tobasa, biarpun banyak tantangan yang menghadang dalam melaksanakan tugas sehari hari, kiranya tetap semangat bekerja sepenuh hati melayani masyarakat, pns dan elemen masyarakat lainnya termasuk wartawan dan lsm, horas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s