BUPATI KASMIN SIMANJUNTAK BUKA DIALOG MANTRI TANI DAN PETANI

“KEBIASAAN BAKAR JERAMI MENJADI PETAKA BAGI USAHA PERTANIAN”

_MG_9044Bupati Toba Samosir (Tobasa) Pandapotan Kasmin Simanjuntak, Kamis (27/11) di Laguboti, Tobasa membuka Dialog Mantri Tani dan Petani se Tobasa yang diselenggarakan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tobasa.

Sebelum dialog dimulai, Bupati Kasmin Simanjuntak menyerahkan secara simbolis benih padi bibit unggul, bibit tanaman mangga, benih cabe merah dan benih timun kepada perwakilan para petani yang berasal dari 16 kecamatan se Tobasa.

“Pergunakan dan manfaatkan bibit ini dengan sebaik-baiknya”, pesan Kasmin kepada para petani, yang dalam penyerahannya didampingi Kadis Pertanian Tobasa Joni Hutajulu dan Camat Laguboti Pintor Pangaribuan. Kepada sejumlah awak media, Kasmin juga berharap, dialog yang digelar tersebut, akan memberikan manfaat bagi pengembangan wawasan dan pengetahuan petani Tobasa, sehingga pembangunan di sektor tersebut dapat terus ditingkatkan.

Dalam dialog yang dilaksanakan, Dinas Pertanian Provsu menghimbau dan mengingatkan petani bahwa membakar jerami padi usai panen, dapat mennyebabkan petaka pada lahan pertanian. Selain menghilangkan unsur organik tanah, pembakaran jerami ternyata mampu mempercepat perkebangan hama.

_MG_9040Kepala Seksi Program Distan Provsu Lusiantini dan Delima Napitupulu dari BPTP Distan Provsu menegaskan kepada ratusan petani yang hadir bahwa pembakaran jerami sangat merugikan petani itu sendiri. Dimana dengan membakar jerami membuat nutrisi tanah akan hilang, menyebabkan kerusakan pada  tanah areal persawahan karena lama kelamaan unsur hara yang terdapat pada tanah sawah akan selalu berkurang tanpa adanya pengembalian kembali.

“Kalau belakangan ini rasa beras kita kurang manis, penyebab utamanya adalah lahan pertanian kita yang sudah mulai habis bahan organiknya. Penyebab bahan organic tanah berangsur habis adalah pembakaran jerami. Kedepannya jangan lagi melakukan pembakaran jerami,” tutur Delima.

Kemudian, lanjutnya, sisia pembakaran jerami juga menjadi lahan empuk untuk perkembang biakan hama seperti hama kresek. Pada sisa-sisa pembakaran, hama kresek mampu bertahan dan cepat berkembang,” tambahnya.

_MG_9038Diterangkan, kebiasaan membakar jerami juga berpengaruh dengan struktur lahan pertanian. Lahan persawahan yang susah kering atau kerap berlumpur juga diakibatkan minimnya kandungan organic didalamnya. Sebab, bahan organic berupa kompos sangat banyak menyerap cairan. “Mengolah jerami sangat simple. Cukup membenam jerami setelah di panen, paling 1 bulan juga sudah membusuk. Tidak perlu di Rajang, hanya di tebar saja,” bebernya.

Berbagai penjelasan tentang pertanian yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut mendapat respon dari sejumlah peserta dari anggota kelompok tani yang hadir. Berbagai pertanyaan pun muncul. Mulai dari pemilihan benih, penyesuaian benih dengan iklim yang sedang terjadi, system perawatan tanaman, dan system pemupukan, mengatasi serangan hama, dan hal lainnya menyangkut pertanian.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s