PEMKAB TOBASA BEKALI PELAKU USAHA DALAM MENGELOLA LIMBAH

“BUPATI MINTA ADA GERAKAN BERSAMA DALAM MERAWAT BUMI”

_MG_9012Bupati Toba Samosir (Tobasa) Pandapotan Kasmin Simanjuntak menyebutkan, masalah lingkungan adalah masalah bersama, karena itu, penanganan masalah tersebut harus dilakukan secara bersama-sama pula. Untuk itu, menurutnya, diperlukan suatu gerakan kearifan dan gerakan bersama untuk merawat bumi. Melalui gerakan itu, diharapkannya, akan muncul perilaku hidup baru dan perubahan cara pandang dalam berinteraksi dengan alam.

Hal ini disampaikan dalam arahannya kepada para peserta Sosialisasi Pembinaan Teknis Bidang Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi, Ketenagalistrikan dan Pengelolaan Air Bawah yang diselenggarakan Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Tobasa, di Tio Convention Hall, Hotel Sere Nauli, Kamis (27/11) di Laguboti.

“Kita harus memahami, bahwa setiap usaha dan kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan, harus dikelola dengan baik untuk mencegah pencemaran dan limbah yang membahayakan kehidupan manusia dan kerusakan sumber daya alam”, kata Kasmin

Untuk pencapaian tersebut, Bupati Kasmin Simanjuntak mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dimotori BLHP Tobasa tersebut, dan berharap seluruh peserta sosialisasi dapat memahami dan menambah wawasannya di bidang pelestarian lingkungan.

Secara khusus, bagi para pelaku usaha, Bupati Kasmin mengingatkan akan kewajiban untuk memiliki dokumen lingkungan, seperti Amdal, dokumen UKL/ UPL, SPPL dan izin lingkungan sebagaimana amanah UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ditekankan lagi, bagi perusahaan yang memiliki limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3), agar dikelola dengan mematuhi ketentuan, dan dalam pengelolaannya harus merupakan rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan limbah B3.

Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Tobasa, Parulian Siregar menyebutkan, perkembangan pembangunan mempengaruhi dunia usaha dan kegiatan dunia usaha tentunya berdampak terhadap lingkungan.

_MG_9000Menjawab tantangan akan perubahan tersebut, Parulian menyampaikan, pihaknya berupaya untuk menyamakan persepsi tentang tugas dan tanggung jawab, termasuk dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan hidup, agar lebih optimal dan tepat sesuai ketentuan. Momentum tersebut juga, katanya, akan dimanfaatkan untuk menginformasikan substansi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman para peserta tentang pembinaan teknis bidang lingkungan hidup, pertambangan, energi, ketenagalistrikan dan pengelolaan air bawah tanah, dihadirkan beberapa narasumber dari instansi terkait, diantaranya, Tenaga ahli BLHP Provsu yang juga staf pengajar USU Chairul Azhar, Indra Utama dari BLH Provsu dan HB. Syarbini dari Dinas Pertambangan dan Energi Provsu.

Setelah paparan yang disampaikan para tenaga ahli tersebut, para peserta yang berasal dari perusahaan swasta, PMA dan pengusaha lainnya tersebut, juga diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab untuk memperkaya pemahaman akan ketentuan dan tata cara pengelolaan lingkungan hidup.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s