TOBASA PERINGATI HARI DISABILITAS SEDUNIA

“PERLU DIBANGUN KEPEDULIAN MEWUJUDKAN KESETARAAN BAGI PENYANDANG CACAT”

_MG_9722Wakil Bupati Toba Samosir (Tobasa) Liberty Pasaribu menyambut pawai ratusan para penyandang cacat dari Panti Karya Hephata Laguboti yang digelar dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI), di Bundaran DI Panjaitan, Kota Balige, Rabu (03/12). Bupati Tobasa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wabup Liberty Pasaribu menyebutkan, penetapan Hari Disabilitas mengandung makna pengakuan akan eksistensi dan peneguhan komitmen terhadap para penyandang disabilitas. Karena itu, katanya, perlu dibangun kepedulian bagi perwujudan kemandirian, kesetaraan dan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas.

Bupati juga memberi apresiasi terhadap Panti Karya Hephata, yang secara khusus telah memprakarsai peringatan HDI untuk tingkat Kabupaten Tobasa yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-91 PK Hephata. Kedepan, diharapkannya, akan semakin banyak pihak-pihak yang mau melibatkan diri untuk memberikan kepedulian terhadap penyandang disabilitas di Tobasa.

_MG_9783Pada peringatan ini, juga dilakukan kampanye untuk mendorong masyarakat agar menempatkan penyandang disabilitas dalam kesempatan dan kesetaraan lewat pemberian bunga dan pin kepada para warga sekitar dan pengguna jalan raya oleh Wabup Liberty Pasaribu, Kajari Balige Andre Abraham Aruan, Sekdakab Audi Murphy Sitorus didampingi Kadis Sosial TH Sitorus dan Kabag Kessos Harapan Napitupu.

Senada, Pimpinan PK Hephata Pdt Ostem Matondang menyampaikan harapannya, melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat luas mau dan bersedia menerima keberadaan penyandang disabilitas ditengah-tengah masyarakat. “Melalui hari Disabilitas kali ini, kiranya ada pengakuan dari masyarakat luas akan eksistensi penyandang disabilitas,” tutur Pdt Ostem Matondang.

Selama ini, lanjutnya, kami melihat adanya pengecualian terhadap penyandang Disabilitas ditengah-tengah masyarakat. Kemudian penolakan keberadaan penyandang disabilitas ditengah-tengah masyarakat. Bahkan sesama keluarga sendiri pun terdapat kejadian yang sama. Hal inilah yang ingin kita uarakan,” terangnya.

_MG_9830Kita ingin, tambahnya, dunia membuka mata, menyadarkan kita bahwa tidak semua masnusia dilahirkan sempurna. Layaknyalah para penyandang disabilitas mendapat dukungan untuk meningkatkan martabatnya, hak, dan kesejahtraan mereka. Kami ingin mengajakseluruh masyarakat untuk terpanggil dalam memperhatikan kehidupan penyandang disabilitas. Bisa sa mereka (penyandang disibilitas) miskin, namun diantara mereka ada yang mampu secara intelektual. Hanya saja mereka terisolasi. Padahal, jika mereka dapat perlakuan yang baik, mereka dapat berbuat untuk hidup dan kehidupannya. Yang pasti, kita semua sama dihadapan Tuhan,” ungkapnya.

Pdt Ostem yang didampingi Bagian Umum Marusaha Simamora menjelaskan, selain hari Disabilitas sedunia, juga merupakan ulang tahun Panti Karya Hepata yang ke-91 tepat pada tanggal 3 Desember. Untuk itu, mereka menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya pawai dengan berjalan kaki mulai dari persimpangan Sibulele hingga bundaran DI Panjaitan Balige dengan diikuti seluruh keluarga besar Panti Karya Hepata.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa/ft)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s