ANTISIPASI PENDATANG DAN ORANG ASING, TIMPORA TOBASA ADAKAN RAKOR

???????????????????????????????Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Pasal 69 tentang Keimigrasian bahwa untuk melakukan pengawasan keimigrasian terhadap kegiatan orang asing di wilayah indonesia, menteri membentuk tim pengawasan orang asing yang anggotanya terdiri atas badan atau instansi pemerintah terkait baik pusat maupun daerah.

Sebagaimana dalam ketentuan peraturan perundang-undangan, bahwa Timpora bermaksud untuk melakukan tindakan preventif dan represif terhadap orang asing yang berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum, memberi rasa aman dan nyaman serta menciptakan iklim yang kondusif terhadap orang asing.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Toba Samosir (Tobasa) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wabup Tobasa Liberty Pasaribu, Selasa (9/12) di Aula Lt. IV Kantor Bupati Toba Samosir, pada pembukaan rapat tim pengawasan orang asing (Timpora) dan pendataan orang asing Kabupaten Toba Samosir bersama Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Siantar.

Rapat ini juga dihadiri oleh Sekdakab Drs. Audi Murphy O Sitorus, SH, M.Si, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Siantar Jaya Saputra, SH, Kepala Divisi Keimigrasian Kementrian Hukum dan HAM RI Kantor Wilayah Sumut Syamsul Bahri, SH, Asisten Pemerintahan Setdakab Tobasa Robert Gono, S.Sos, Pimpinan SKPD dan Kabag Setdakab Tobasa.

Lebih lanjut menurut Wabup, dengan diselenggarakannya rapat ini diharapkan kepada Timpora untuk saling bekerja sama dalam memberikan saran dan pertimbangan tentang pelaksanaan pengawasan orang asing kepada badan atau instansi pemerintah yang bidang tugasnya menyangkut pengawasan orang asing, sehingga dapat dicari solusi pemecahan permasalahan orang asing yang dapat berdampak lokal, regional maupun nasional.

Ditambahkannya Timpora dibentuk agar terwujudnya kondisi stabilitas keamanan yang selalu terjaga secara kondusif dengan kehidupan masyarakat yang sejahtera serta penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.

Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Siantar Jaya Saputra, SH mengatakan dalam pengawasan orang asing perlu adanya koordinasi dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan yang diketuai oleh Kepala Kantor Imigrasi.

Lebih lanjut dikatakan, arti pentingnya Tim Koordinasi Pengawasan Orang Asing (PORA) adalah keterpaduan pengawasan orang asing oleh instansi terkait yang berbeda latar belakang tugas dan fungsinya, keterpaduan dan penyamanan arah dan misi dalam mengamankan kebijakan selektif terhadap orang asing yang berada dan berkegiatan di wilayah Indonesia serta hanya orang asing yang memberikan manfaat seta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum diperbolehkan masuk dan berada di wilayah indonesia.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa/AMN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s