SOSIALISASI ADVOKASI KIE TENTANG GERAKAN SAYANG IBU

_MG_1871Pemerintah Kabupaten Toba Samosir serius menangani permasalahan yang sering menimpa kaum perempuan. Maka untuk mendukung peningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, pemerintah melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Toba Samosir (BPPAKB Tobasa) bekerjasama dengan Biro Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Setdaprovsu lakukan Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Gerakan Sayang Ibu (GIS).

Dalam sambutannya Plt. Bupati Toba Samosir Liberty Pasaribu menyampaikan rasa terimakasih kepada Biro PPAKB Setdaprovsu yang memilih Tobasa sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi Advokasi KIE tentang Gerakan Sayang Ibu. “Gerakan Sayang Ibu sebenarnya merupakan filosofi hidup orang batak,” ujar Liberty.

Disebutkan bahwa daerah Tobasa tidak memiliki cukup Sumber Daya Alam yang dapat diandalkan untuk kesejahteraan masyarakat, maka kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkulitas dan handal. Dan kepada seluruh peserta sosialisasi seraplah materi yang diberikan oleh para Narasumber, aplikasikan dengan baik di tengah keluarga dan masyarakat, ajak Plt. Bupati.

_MG_1856Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dibuka langsung oleh Plt. Bupati Tobasa Liberty Pasaribu yang berlangsung di Aula BPPAKB Tobasa, Kamis (16/4) yang juga dihadiri oleh Kabiro PPAKB Setdaprovsu Drg. Iis Faizah Hanum, M.Kes, Kabag Keluarga Sejahtera Setdaprovsu Ir. Rohani Bakkara, Plt. Kepala BPPAKB Tobasa dr.J. Hutapea dan Kepala Dinkes Tobasa dr. Frida Sinaga.

Sebagai Narasumber Kabiro PPAKB Setdaprovsu Iis Faizah Hanum, M.Kes mengatakan bahwa Gerakan Sayang Ibu diharapkan akan mampu meningkatkan SDM Indonesia yang berkualitas melalui peningkatan kualitas hidup perempuan, dengan menjamin keselamatan Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu menyusui dan bayi, menjamin pemenuhan hak reproduksi perempuan. Memberdayakan perempuan dan mengembangkan lingkungan sosial budaya yang kondusif bagi kesetaraan dan keadilan gender, menyukseskan wajib belajar 9 tahun utamanya bagi anak perempuan dan menghapus KDRT melalui sosialisasi UU No. 23 Tahun 2004.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Toba Samosir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s