DISDIK TOBASA BERSAMA USAID Prioritas GELAR KONSULTASI PUBLIK PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

 Bertempat di Aula Hotel Marsaringar, Balige, Jumat (20/05) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Toba Samosir bekerjasama dengan USAID PRIORITAS gelar Konsultasi Publik Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang diikuti oleh Kepala Sekolah, pengawas, fasilitator daerah dan guru.

Konsultasi publik dihadiri oleh Bupati Toba Samosir Ir. Darwin Siagian dan Wakil Bupati Ir. Hulman Sitorus, MM didampingi Sekretaris Daerah Drs. Audi Murphy Sitorus, SH, M.Si dan juga dihadiri Governance Management Specialist USAID  Prioritas Sumatera Utara Rimbananto, LLG USAID Prioritas Sumatera Utara M. Ikhyar Harahap, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Bappeda, Kepala Bagian Humas dan Protokol serta Dewan Pendidikan.

Governance Management Specialist USAID Prioritas Sumatera Utara, Rimbananto berharap ada sinergitas antara pemerintah daerah dan seluruh stake holder untuk melanjutkan program-program yang telah dilakukan selama ini. Ia menambahkan ,USAID Prioritas siap membantu Pemerintah Daerah dalam menerapkan PKB, melalui perencanaan untuk diseminasi program pelatihan dan pendampingan guru berbasis gugus dan rayon, yang dilaksanakan melalui tiga modul pembelajaran.

Pada kesempatan yang sama, LLG USAID Prioritas Sumarera Utara M. Ikhyar Harahap mengatakan guru berkualitas seyogyanya memiliki empat kompetensi, yaitu, kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi profesional, serta kompetensi sosial atau memiliki cara berkomunikasi yang baik. Untuk itu mutu guru adalah kunci untuk meningkatkan sistem pendidikan.

Program PKB mulai direncanakan dan dipetakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir, bersama USAID PRIORITAS. Pemetaan tersebut berdasarkan kebutuhan pelatihan guru didasarkan pada data Uji Kompetensi Guru (UKG) serta data pelatihan guru. Data tersebut memetakan capaian kemampuan pedagogik dan professional guru yang pada akhirnya disinkronkan dengan data guru dan pelatihan.

Dalam sambutanya Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dukungan  USAID Prioritas yang setia mendampingi Toba Samosir untruk peningkatan mutu pendidikan di Toba Samosir. Ia juga mengapreasiasi prestasi yang telah berhasil ditorehkan Kabupaten Toba Samosir dengan pendampingan USAID Prioritas. Ia menekankan kualitas guru sangat penting agar program pembangunan Kabupaten Toba Samosir di bidang pendidikan bisa berjalan sukses. Ia berharap, dengan adanya program PKB guru, kualitas guru di Toba Samosir bisa meningkat, yang mana hal ini juga selaras dengan visi dan misi  Kabupaten Toba Samosir, “Tobasa Cerdas Menuju Tobasa Hebat 2021”.

 District Coordinator Toba Samosir USAID Prioritas Sumatera Utara, Anwar Situmorang dalam laporannya mengatakan  konsultasi publik ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta untuk merangkum masukan dari para pemangku kepentingan pendidikan, sehingga akan muncul komitmen bersama untuk mengimplementasikan rencana implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Dijelaskannya, sebanyak 24 sekolah di Toba Samosir; meski masih terbatas di Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Balige, telah menjadi mitra USAID Prioritas, sekolah-sekolah ini dijadikan sebagai proyek percontohan dalam pengembangan model pembelajaran, tata kelola serta manajemen pendidikan.

Ia menambahkan apa yang telah mereka lakukan selama ini telah membawa hasil positif, terbukti dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan untuk tahun 2015, Kabupaten Toba Samosir berhasil menempati urutan 6 di Sumatera Utara dengan nilai rata-rata 54 dan untuk tingkat kabupaten berada di urutan pertama. “Namun hal ini tidak boleh lantas membuat kita berpuas diri, masih banyak peer yang harus kita kerjakan demi mencapai target di tahun mendatang” tambahnya.

Beberapa kebijakan yang direkomendasikan setelah diketahui pemetaan kebutuhan untuk peningkatan keprofesian berkelanjutan guru di Kabupaten Toba Samosir diantaranya guru wajib mengikuti pelatihan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, pelatihan guru dilaksanakan di tingkat gugus pada KKG dan rayon pada MGMP, Pelatihan fasilitator daerah, dan memobilisasi sumber pembiayaan di luar APBD, seperti BOS dan penyisihan tunjangan sertifikasi. Selain itu Peraturan Daerah berupa Peraturan Bupati atau Surat Keputusan Bupati juga diperlukan untuk mendukung dan mengatur regulasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru di Kabupaten Toba Samosir.

Terkait program, Benny Girsang dari Bappeda menyampaikan, Bappeda akan mendukung secara maksimal kebijakan dalam peningkatan kualitas pendidikan. Untuk itu ia menyarankan draft payung hukum dan perencanaan dana secara komprehensif bisa diajukan untuk ditindaklanjuti lebih dalam. Ditambahkannya lagi Bappeda juga akan bersinergi dengan DPRD supaya program ini dapat terakomodir.

Kegiatan tersebut melahirkan beberapa kesimpulan, yaitu, Semua guru harus mendapat PKB tidak hanya yang tidak lulus UKG; Pembiayaan PKB kalau hanya mengandalkan APBD perlu waktu tujuh tahun supaya tuntas, untuk itu perlu kontribusi dana lain; Kontribusi dana BOS untuk PKB sesuai kemampuan sekolah, minimal 2 %, bila diperlukan akan ada subsidi silang antar sekolah; Menyepakati kontribusi dari TPP sebesar 2 % untuk PKB; Transparansi dalam pengelolaan dana; dan perlu adanya payung hukum/peraturan yang menaungi kesepakatan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s