PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ROHANI DR IL NOMMENSEN DI SIGUMPAR

PEMKAB TOBASA AKAN BANGUN GALLERY DAN GAPURA NOMMENSEN

Peringatan 180 tahun kelahiran Misionaris DR IL Nommensen disamping menggelar “Walk a Mile”, juga dijadikan sebagai momentum pengembangan makam DR IL Nommensen sebagai kawasan wisata rohani, yang terletak di komplek Gereja HKBP Nommensen Sigumpar, Tobasa.

Wisata Rohani NommensenRencana ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan pusat kawasan wisata rohani tersebut oleh Ephorus HKBP Ompu i Pdt WTP Simarmata, Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak, para pimpinan gereja yang tergabung dalam United Evagelical Mission (UEM), calon Pengurus Yayasan Wisata Rohani Nommensen Irjen pol (purn) Thamrin Simanjuntak, dan undangan lainnya, beberapa waktu lalu di Sigumpar, Tobasa.

Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak mengatakan, pihaknya mendukung dan menghargai semua gagasan yang bermaksud membangun Tobasa, salah satunya dengan upaya pengembangan makam DR IL Nommensen menjadi kawasan wisata rohani. Disebutkannya, komplek gereja dan makam IL Nommensen memiliki nilai religi yang tinggi dan mampu menambah nilai spiritual kekristenan, karena di lokasi inilah jasad DR IL Nommensen dimakamkan setelah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 23 Mei 1918.

Kasmin menambahkan, untuk mendukung pengembangan kawasan wisata rohani di komplek gereja tersebut, pihaknya telah menyusun rencana pembangunan berbagai sarana pendukung, sehingga kedepannya dapat menjadi destinasi wisata yang mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.

Senada, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa, Ultri Sonlahir Simangunsong menyebutkan, sarana pendukung pengembangan wisata di lokasi tersebut, diantaranya berupa rencana pembangunan gallery mini berbentuk “ruma sopo” (rumah adat Batak-red) dan pembangunan gapura di pintu masuk areal tersebut. Selanjutnya, secara bertahap dan terencana, dikatakan, pihaknya akan menyusun berbagai program yang dapat mendukung pengembangan kawasan wisata rohani tersebut.

Ditambahkan, gallery mini dan gapura tersebut akan dihiasi dengan ornamen ukiran gorga Batak yang kaya nilai artistik. Dalam gallery tersebut nantinya, diharapkan akan dapat menggambarkan catatan perjalanan DR IL Nommensen dalam membawa penyebaran injil, pengembangan pendidikan dan kesehatan di Tano Batak.

Disebutkan Ultri, DR IL Nommensen merupakan tokoh yang telah tercatat dalam Arsip Nasional Republik Indonesi (ANRI). Artinya, menurutnya, tokoh ini bukan lagi hanya dimiliki satu daerah, etnis maupun agama lagi, melainkan telah menjadi tokoh milik nasional. Karena itu, dia berharap dukungan dari berbagai pihak di seluruh Indonesia dalam pengembangan kawasan wisata ini sangat dibutuhkan.

“Kita sangat mengharapkan dukungan seluruh pihak guna percepatan pengembangan areal ini sebagai kawasan wisata rohani”, ujarnya.

Dengan fasilitas yang didukung pemkab ini serta konsep pengembangan wisata rohani oleh Yayasan Wisata Rohani Nommensen, Ultri berharap pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan ke Tobasa nantinya akan semakin pesat.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

POLA PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DENGAN PIHAK SWASTA

2 KM RUAS JALAN BATU MOROR MENUJU TANO PONGGOL DIPERLEBAR

Silaen“Dalam percepatan pembangunan, kita tidak dapat hanya bergantung pada peranan pemerintah, kita juga berharap dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha untuk berkontribusi dalam pelaksanaan pembanguan” ujar Dimposma Sihombing, ketika dijumpai saat meninjau lokasi pelebaran ruas jalan Batu Moror Desa Dalihan Natolu menuju Tano Ponggol Desa Sibide Barat Kecamatan Silaen, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, seluruh potensi yang ada harus dapat diberdayakan secara maksimal untuk menyokong pembangunan. “Dukungan dan bantuan sebesar dan sekecil apapun sangat bermanfaat dalam menggerakkan pembangunan“, ujarnya, sembari menambahkan bahwa kunjungan kerja ke desa di wilayahnya kali ini merupakan kunjungan terakhir di akhir masa jabatannya sebagai Camat Silaen setelah dipromosikan menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Tobasa.

Dalam pelebaran ruas jalan tersebut, Dimposma mengapresiasi pihak PT Hutahaean yang telah berperan serta bersama pemerintah untuk memperbaiki akses jalan menuju dua desa tersebut. “Sekitar 2 Km ruas jalan Batu Moror menuju Tano Ponggol akan diperlebar oleh pihak PT Hutahaean”, bebernya. Dia juga mengapresiasi dukungan warga di sekitar pelebaran jalan tersebut, karena tidak menuntut sepeser pun ganti rugi atas lahan mereka yang terkena pelebaran.

“Seluruh pihak telah berkolaborasi dengan baik, pemerintah menjalin komunikasi yang baik dengan warga dan pihak PT Hutahaean, dan mendapat respon yang sangat positif, sehingga dapat ditindaklanjuti”, katanya.

Diharapkannya, pola pembangunan partisipatif yang dilakukan PT Hutahaean dapat lebih ditingkatkan dalam berbagai sektor lainnya. “Kiranya pihak swasta atau dunia usaha lainnya, dapat mengikuti jejak ini, sehingga tidak serta merta pelaksanaan pembangunan itu bergantung pada alokasi anggaran pada APBD”, katanya lagi.

“Dengan terciptanya sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha seperti ini, kita optimis percepatan pembangunan dapat dilakukan di Silaen”, ujarnya berharap pola pembangunan ini dapat terus bertumbuh.

Selama 383 hari memerintah Kecamatan Silaen yang disebutnya sebagai “Luat Na Tarpasu-pasu” (daerah yang diberkati-red), Dimposma mengakui telah berusaha semaksimal mungkin mengemban amanah sebagai camat di wilayah tersebut. Disadari, masih terdapat beberapa kekurangan, karena itu dia berharap, amanah ini akan dapat diemban dengan baik oleh camat yang menggantikannya.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

NAPAK TILAS 180 TAHUN KELAHIRAN DR IL NOMMENSEN

BUPATI TOBASA : “IL NOMMENSEN TOKOH PEMBAHARUAN KEHIDUPAN ORANG BATAK”

Napak Tilas2Untuk memperingati 180 tahun kelahiran misionaris DR IL Nommensen, gereja-gereja yang tergabung dalam United Evangelical Mission (UEM) menggelar “Walk a Mile” (napak tilas-red) Tahun 2014, yang diawali dari Gereja HKBP Nauli menuju Gereja HKBP Sigumpar,Tobasa, Kamis (06/02). UEM adalah sebuah lembaga internasional yang bekerja di tiga benua yakni Eropah, Afrika dan Asia. UEM merupakan penerus Rheinische Missionsgesellschaft (RMG), lembaga missi Jerman yang telah mengirimkan Nommensen ke Indonesia pada tahun 1862.

Dalam barisan prosesi Napak Tilas ini, Ompu i Ephorus HKBP Pdt DR WTP Simarmata, Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak dan para pimpinan gereja lainnya seperti Ephorus GKPS, Ephorus GKPA, Ephorus HKI, Ephorus BNKP, Bishop GKPI dan Moderator GBKP bersama dengan seribuan jemaat berjalan kaki sekitar 1,6km. Turut juga moderator UEM Regine Buschman, Wakil Sekretaris Umum UEM Jurgen Bochardt dan cicit DR IL Nommensen.

“Walk a Mile” ini juga mengusung pesan moral sebagai bagian dari kampanye United Action  untuk menanggulangi kemiskinan dan perdagangan anak, juga di kalangan masyarakat di SUMUT. “United Action” atau “Upaya Bersama” dicanangkan di UEM sejak Sidang Raya 2012 di Tanah Karo.  United Action 2014 itu diluncurkan dalam peringatan Napak Tilas 180 Tahun Kelahiran Nommensen,  di Sigumpar.

Napak Tilas1Bupati Tobasa, Pandapotan Kasmin Simanjuntak menyebutkan, “Walk a Mile” sebagai rangkaian peringatan kelahiran 180 tahun DR IL Nommensen (08 Pebruari 1834-2014), telah memberikan pemahaman baru akan pentingnya mengingat para pendahulu, yang telah mengabdikan diri dan telah memberikan teladan bagi orang Batak. “Pdt DR IL Nommensen merupakan tokoh yang membawa pembaharuan bagi kehidupan orang Batak”, ujar Kasmin.

Ephorus HKBP, Pdt. Willem Tumpal Pandapotan Simarmata mengungkapkan, pelayanan Nommensen sangat penting untuk kembali direnungkan, karena aspek holistik pelayanannya bukan hanya soal penginjilan, tetapi termasuk bidang sosial, kesehatan, lingkungan dan pendidikan. “Ada beberapa aspek yang secara sadar atau tidak telah membuat pelayanan kita menjadi timpang. Hancurnya lingkungan hidup dan rusaknya hutan, adalah dampak dari pelayanan kita yang parsial. Oleh karena itu, kita harus membayar dosa dengan kembali melayani  alam,”serunya.

Regine Buschmann, Moderator UEM dari Jerman yang datang pada kesempatan itu mengatakan umur gereja-gereja di Asia yang sudah dua abad memiliki kapasitas sama dengan gereja gereja di Eropah yang sudah lebih dulu memberikan perhatiannya kepada pengentasan ketidakadilan di seluruh dunia. United Action (UA) menjadi upaya bersama gereja gereja untuk memerangi ketertinggalan, ketidak-adilan, perhatian kepada kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Senada dengan pemimpin UEM itu, inisiator yang lain, Sonia Parera Hummel, yang menjabat sebagai kepala departemen Asia UEM, menyampaikan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan jemaat di Asia menunjukkan Asia memiliki peran penting untuk perubahan global, khususnya untuk mewujudkan dunia yang lebih adil.

Rangkain Napak Tilas ini juga diisi dengan pelaksanaan penanaman pohon di lingkungan gereja HKBP Sigumpar, ziarah ke makam DR IL Nommensen. Juga dilakukan pelepasan burung sebagai simbol harapan dan doa dari gereja-gereja bahwa misi Allah akan membawa kebebasan bagi setiap orang.

Napak TilasPdt. DR. Ingwer Ludwig Nommensen, adalah seorang missionaris Jerman yang dikenal sebagai “Rasul Batak” karena kegigihannya membawa injil dikawasan itu lebih dari satu setengah abad yang lalu. Ia lahir di Nordstrand, Denmark (kini Jerman), 6 Februari 1834  dan meninggal serta dimakamkan di Sigumpar, Toba Samosir, 23 Mei 1918 pada umur 84 tahun. Jasa dan pengaruhnya membuat sekitar 5 juta jemaat yang tersebar di belasan gereja protestan di Indonesia mengakuinya sebagai ‘rasul’ Batak.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

46 PEJABAT STRUKTURAL DI LINGKUNGAN PEMKAB TOBASA DILANTIK

10 PEJABAT ESELON II, 19 PEJABAT ESELON III DAN 17 PEJABAT ESELON IV

PelantikanUntuk menjawab harapan masyarakat, agar tahun 2014 dapat lebih baik dari tahun sebelumnya, khususnya di bidang pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, Bupati Tobasa, Pandapotan Kasmin Simanjuntak menyebutkan, tantangan dan harapan masyarakat tersebut harus diwujudkan dengan kerja keras seluruh jajaran Pemkab Tobasa. Karena itu, setelah melakukan kajian dan evaluasi dengan memperhatikan kinerja SKPD dan aparaturnya, maka Bupati menilai perlu dilakukan promosi dan mutasi jabatan. Hal ini disampaikan dalam arahannya usai melantik dan mengambil sumpah 46 pejabat struktural eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Tobasa di Balai Data, Kantor Bupati Tobasa, Selasa (04/02) di Balige.

Untuk mencapai cita-cita luhur mewujudkan masyarakat Tobasa yang makmur dan sejahtera dengan dilandasi kasih, peduli dan bermartabat, Bupati menginstruksikan, agar para pejabat yang dilantik dapat senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dan kapasitasnya. Diingatkannya juga, jabatan yang diemban tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan dan dijalankan sesuai ketentuan perundangan-perundangan dan norma yang berlaku.

“Saya akan memantau kinerja saudara-saudari, apabila tidak sesuai dengan harapan masyarakat, dan kurang maksimal, maka sewaktu-waktu akan dievaluasi”, ujar Kasmin mengingatkan.

Pelantikan2Menurut Bupati, untuk percepatan pembangunan dalam berbagai sektor, para pejabat dituntut untuk mampu membangun sinergitas melalui kerjasama yang solid. Dimintanya juga, untuk setiap pelaksanaan kegiatan agar dilakukan dengan tertib administrasi yang baik. Kepada para camat yang dilantik, Bupati juga memerintahkan agar berdomisili di kecamatan yang dipimpinnya, sehingga koordinasi dalam penanganan kebutuhan warga dapat cepat dilakukan.

Secara khusus,  mengingat tahun 2014 merupakan politik  menjelang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, Bupati mengingatkan, agar seluruh jajarannya dapat bersikap netral dan turut menjaga ketertiban agar pesta demokrasi tersebut dapat berlangsung dengan baik.

Kadis PendidikanBerdasarkan SK Bupati Tobasa Nomor 026 Tahun 2014, 10 pejabat struktural eselon II.b yang dilantik tersebut, yaitu : Drs. Audi Murphy O. Sitorus, SH, MSi sebagai Asisten Pemerintahan, Drs Wasir Simanjuntak sebagai Kepala Bapemmas dan Pemdes, Labinsar Sirait, S.Sos sebagai Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan, Drs. Oloan Pane sebagai Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan, Drs Augus Sitorus menjadi Sekretaris DPRD, Drs. Arifin Silaen sebagai Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan, Drs. Lalo H. Simanjuntak sebagai Kadis Pendidikan, Ir. Parlindungan sebagai Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Joni Hutajulu, SP sebagai Kadis Pertanian, Peternakan dan Perikanan dan Marsarasi Simanjuntak, SP sebagai Kepala Dinas Perindagkop.

IMG_0496Kemudian, 19 pejabat struktural eselon III yang juga dilantik, yakni : Dimposma Sihombing, S.Sos, MAP sebagai Kabag Pemerintahan, Jose Rizal Pasaribu sebagai Kabag Perekonomian, Tagor Siburian sebagai Kabag Administrasi Pembangunan, Monang Simanihuruk sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten, Bresman Simangunsong, ST sebagai Sekretaris Dinas PU, Rajiun Tampubolon sebagai Camat Silaen, Benny Siagian sebagai Camat Pintu Pohan Meranti, Rudi Hasiholan sebagai Sekretaris Pendidikan, Parlindungan Naipospos sebagai Kabid Tendik Dinas Pendidikan. Selanjutnya, Robinson Siagian sebagai Sekcam Silaen, Amir Pardosi sebagai Sekretaris Dinas Tarukim, Mintar Manurung sebagai Sekretaris Dinas Kehutanan, Renti Napitupulu sebagai Kabid Perkebunan pada Dinas Hutbun, Richard TH Simanjuntak sebagai Kabid Rehabilitasi Hutan pada Dinas Hutbun, Tigor Sirait sebagai Sekcam Ajibata, Janly Freniko Bancin sebagai Kabid Lingkungan Hidup pada Badan Lindup dan Pertambangan, Anggiat Sinaga sebagai Kabid Perindustrian pada Dinas Perindagkop, Darwin Sianipar sebagai Sekretaris Dinas Perindagkop dan Marlon Panjaitan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan.

dimposmaPada pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat yang juga disaksikan Sekretaris Daerah Liberty Manurung, Kepala BKD Budiyanto Tambunan dan para pimpinan SKPD ini, juga dilantik 17 pejabat eselon IV di lingkungan Pemkab Tobasa, yakni  Wesly Rudyanto Situmorang sebagai Kasie Jalan pada Dinas PU, Jhosua Sibarani sebagai Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian pada Dinas PU, Risma Tampubolon sebagai Kasubbag Risalah pada Sekretariat DPRD, Deasy HP Manurung sebagai Kasubbag Penyusunan Anggaran pada Sekretariat DPRD.

Selanjutnya Natalia Mery Krismayanti sebagai Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian pada Dinas Perindagkop, Wilfer FD Situmorang sebagai Kasie PMD dan K pada Kantor Kecamatan Sigumpar, Desnita Rauli Sirait sebagai Kasubbag Keuangan pada BPT dan PM, Marihot Simanjuntak sebagai Kasie Pelum dan Kessos pada Kantor Kecamatan Tampahan, Rutrayhillong Simanjuntak sebagai Kasie Pembuangan Air Limbah pada Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.

Berikutnya, Ciciyanthi E Banuarea sebagai Kasubbid Pengaduan dan Pengendalian pada BPT dan PM, Christina LAM Silaen sebagai Kasie Promosi Wisata pada Disbudpar, Rison Sirait sebagai Kasubbag Keuangan pada Dispora, Arus Sumihar sebagai Kasie Kurikulum SLTP/SLTA pada Dinas Pendidikan, Freddy Napitupulu sebagai Lurah Parparean III Kecamatan Porsea, Seksianton SP Hutabarat sebagai Kasubbag Umum dan Perlengkapan pada Dinas Tarukim, Ejah Sitanggang sebagai Kasubbag Tata Pemerintahan Umum pada Bagian Pemerintahan dan Parsaoran Rudy Marulitua sebagai Kasubbid Penyusunan Rencana dan Program pada Bappeda.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

PEDULI PELESTARIAN BUDAYA

PEGAWAI DI LINGKUNGAN PEMKAB TOBASA KENAKAN PAKAIAN KERJA MOTIF GORGA

IMG_0387Upaya melestarikan budaya sangat membutuhkan peran serta dari seluruh pihak. Di tengah derasnya arus globalisasi, identitas budaya masing-masing daerah harus tetap dijaga sebagai ciri keBhinekaan di Indonesia. Demikian disebutkan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Tobasa melalui Kasubbag PPD Robintang Sitepu, Jumat (30/01) di Balige.

Sebagai warisan budaya yang sarat makna, seni ukiran gorga merupakan salah satu warisan budaya Batak yang mengadung nilai-nilai seni yang sangat tinggi. Ditambahkannya, Gorga sebagai seni ukiran, sebelumnya kebanyakan dituangkan dalam desain eksterior maupun interior rumah adat, alat seni. Namun dalam hal ini sebagai upaya konkret dalam kepedulian dalam pelestarian budaya Batak ini, Pemkab Tobasa telah menuangkan sulur-sulur ukiran gorga pada pakaian dinas.

“Untuk pakaian dinas yang dikenakan di lingkungan Pemkab Toba Samosir, Motif gorga nya merupakan hasil rancangan desainer ternama Merdi Sihombing”, katanya.

IMG_0390Dikatakan Robintang, ukiran Gorga telah mengundang kekaguman para pencinta seni, disampaing nilai artistik yang terkandung juga memuat filosofi yang kuat. Dalam salah satu referensi oleh Bandung Fe Institut, katanya, salah satu kreasi gorga pada “ulu paung” sangat menakjubkan, karena tak pernah sama dan sebangun, dan muncul dari peradaban tua yang tidak mengenal perangkat geometric modern. “Gorga merupakan seni yang sangat indah dengan pola dan dimensi yang rumit sehingga memberikan kekhasan tersendiri”, ujarnya.

Beberapa pegawai yang dijumpai di lingkungan perkantoran Setdakab Tobasa, di Balige, menyambut baik penggunaan pakaian dinas dengan motif gorga ini. “pakaian ini telah menggambarkan identitas budaya kita, dan suatu kebanggaan dapat mengenakannya”, ujar Julianty Tambunan, salah seorang PNS yang dimintai tanggapannya.

IMG_0375Senada juga disampaikan Anna dan Mei, menurut mereka, disamping ikut berperan dalam melestarikan budaya, katanya, dengan pakaian kerja motif Gorga, para pegawai juga tampil modis. Kedepan diharapkan, motif gorga pada pakaian ini dapat lebih digali lagi dan dituangkan dalam pakain dinas di masing-masing SKPD sehingga tampil lebih bervariasi.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

22291950-newspaper-happy-new-year-2014-ball-on-white-background

Image | Posted on by | Leave a comment

BUPATI TOBASA LANTIK KADES SIBIDE DAN MERANTI TIMUR

“KEPALA DESA HARUS  MAMPU MENGGERAKKAN RODA PEREKONOMIAN DESA”

sibidemeranti1Penyelenggaraan pemerintahan desa dewasa ini sudah mengalami perubahan paradigma. Disamping harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakatnya, kepala desa (kades) harus mampu mengelola pembangunan khusus dalam menggerakkan roda perekonomian di desanya. Peran strategis ini dinilai akan berhasil, dengan menggerakkan dan menggalang kebersamaan seluruh komponen utama masyarakat desa.

Hal ini diamanatkan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak kepada Kades Sibide Carles Panjaitan dan Kades Meranti Timur Bangun Siahaan usai dilantik dan diambil sumpahnya, di Aula SMK Negeri 1, Balige, Senin (30/12).

“Saudara mengemban amanah rakyat, seorang kepala desa bukan lagi untuk dilayani melainkan untuk melayani”, ujar Kasmin dengan tegas sembari menambahkan, agar para kades tersebut, juga terus memupuk dan memasyarakatkan budaya gotong royong di tengah-tengah masyarakatnya.

sibidemerantiLebih lanjut diamanatkannya, untuk mewujudkan cita-cita mulia dalam mengembangkan perekonomian desa, salah satunya dapat dilakukan dengan menggali dan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada. Sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, katanya, juga harus terbangun dengan kokoh, karena dengan demikian, desa akan lebih mandiri dan berdaya.

Sementara, Kepala Badan PMD dan PP, Labinsar Sirait, yang ditemui usai berlangsungnya kegiatan tersebut menjelaskan, kades yang dilantik tersebut, merupakan para kades yang baru-baru ini telah melewati tahapan pemilihan kepala desa sebagai perwujudan demokrasi di desanya masing-masing dan akan memangku jabatannya untuk masa bhakti 2013-2019. “Pengesahan dan pengangkatan para kades tersebut, dituangkan dalam Keputusan Bupati Tobasa Nomor 306 Tahun 2013”, tambahnya.

sibidemeranti2Setelah melantik dan mengambil sumpah para  kepala desa tersebut, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak didampingi Kepala PMD dan PP, Camat Silaen Dimposma Sihombing serta para pejabat lainnya, juga memberikan ucapan selamat kepada para kepala desa yang dilantik. Pelantikan ini juga disaksikan para perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat dan undangan lainnya dari masing-masing desa.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment