FESTIVAL KOOR “PEDULI TOBASA” ANTAR KECAMATANDIGELAR

IMG_7594Festival Paduan Suara antar kecamatan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) berhasil memukau ratusan penonton. Pasalnya, kegiatan yang berthemakan “Peduli Tobasa“ dengan lagu wajib yang dibawakan masing-masing kontingen berjudul “Dame Dohot Holong“ dan merupakan hasil karya Komponis Drs. Bonar Gultom dibawakan oleh seluruh peserta dengan penuh penghayatan, Kamis(12/12) di Aula SMKN 1 Balige. Festival ini diikuti 13 kontingen dari 16 kecamatan di Tobasa, dengan masing-masing personil berjumlah 25 orang.

Festival ini secara resmi dibuka langsung Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak. Dalam sambutannya, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak menyebutkan, festival yang menyuguhkan lagu-lagu pujian ini, akan menjadi bagian dalam melaksanakan ibadah untuk memuliakan Tuhan. Harmonisasi suara yang diperdengarkan dalam paduan suara tersebut, dapat juga digambarkan sebagai kondisi yang saling melengkapi, mengisi dan bekerjasama yang diharapkan juga menjadi acuan dalam mengisi pembangunan di Tobasa.

IMG_7626Menurut sejumlah Camat, peserta yang direkrut adalah merupakan warga yang aktif dalam koor di berbagai kegiatan gereja, sehingga, para peserta telah memiliki dasar-dasar paduan suara,” ada 15 gereja di wilayah Kecamatan Pintupohan, dari masing-masing gereja kita lakukan rekrutmen siapa yang pantas dijadikan peserta untuk mengikuti paduan suara. Dari hasil perekrutan tersebut, kita saring hingga menjadi 25 orang, itulah yang menjadi peserta utusan kami,” ujar Camat Pintupohan Meranti Beresman Simangunsong diamini Camat Uluan Elisber Tambunan dan Camat Sigumpar Arifin Simanjuntak

Dewan Juri Festival Paduan Suara “ Peduli Tobasa “ yang yang terdiri dari Toga H Nababan, Amudi Lubis dan Aston Manik mengatakan, penilaian yang mereka lakukan adalah bagaimana masing-masing peserta menyampaikan paduan suaranya dari sisi materi lagu, tekhnik, inpretasinya serta performance-nya. Serta, penguasaan panggung oleh peserta,” penilaiannya baku, sebagaimana yang dinilai dari sisi seni musik, jadi tidak ada istilah nepotisme dan kolusi karena hal ini menggambarkan sebuah kekompakan tim dalam mengumandangkan lagu yang mereka bawakan,” sebut Ketua Dewan Juri Toga Nababan.

Paduan Suara tersebut adalah merupakan masing-masing perwakilan kecamatan yang berjumlah sebanyak 25 orang dipimpin langsung oleh masing-masing camat. Sebagai lagu wajib yang mereka bawakan adalah berjudul “ Dame Dohot Sonang “ yang merupakan karya Drs. Bonar Gultom serta mengambil nada dasar adalah “C”= do.

IMG_7646Lagu tersebut mengisahkan, bilamana manusia hidup dalam kedamaian akan termotivasi kepada kehidupan yang bahagia. Serta, untuk memupuk rasa persaudaraan yang lebih menuju kepada suatu kebahagiaan bilamana lebih disertai dengan iman kepercayaan terhadap pencipta semesta,” dalam lagu ini lebih menonjolkan kebahagiaan seseorang yang taat dan patuh kepada pencipta, untuk itu, sebagai masyarakat, bilamana menghayati lagu tersebut akan lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi,” ujar Toga.

Sebelumnya dalam laporannya, Kabag Kesejahteraan Sosial Setdakab Tobasa sekaligus sebagai Ketua Panitia Harapan Napitupulu mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memacu rasa persaudaraan masyarakat di daerah itu sekaligus mengingatkan untuk tidak melupakan bahwa hidup itu adalah sifatnya sementara jadi harus lebih disyukuri,” mudah-mudahan, disaat suasana Natal seperti ini, merupakan sebuah momen untuk mengingatkan kita sebagai manusia mengoreksi diri kita sendiri untuk tidak egois tetapi lebih banyak bersyukur,” kata Harapan sembari mengungkapkan jumlah peserta adalah 13 kecamatan dan hasil penilaian Dewan Juri akan di umumkan saat perayaan natal Pemkab Toba Samosir malam itu di Lapangan Sisingamangaraja.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa/ TT).

Posted in Humas | Leave a comment

PELAJAR DIAJAK BERPERAN DALAM INFRASTRUKTUR HIJAU

500 PELAJAR SE KECAMATAN HABINSARAN DIAJAK PEDULI LINGKUNGAN LEWAT “ADIWIYATA”

Habinsaran2Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan, Drs. Agust Nadeak, Kamis (12/12) di Balige menyebutkan, dalam menumbuhkan cara pandang dan perilaku peduli lingkungan hidup, khususnya di kalangan pelajar, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tobasa, mengajak para pelajar/ sekolah untuk berpartisipasi lewat Program “Adiwiyata”.

Disebutkan, program ini terintegrasi dengan Program Infrastruktur Hijau yang digalakkan pihak KLH. Untuk itu, secara bertahap, pihaknya akan berupaya program ini dapat dilaksanakan di seluruh sekolah di Tobasa. Sebagai langkah awal, atas dukungan KLH, kata Agust, telah digelar Sosialiasi Infrastruktur Hijau lewat Program “Adiwiyata” bagi kalangan pelajar/ sekolah di Kecamatan Habinsaran, yang dipusatkan di Aula SMAN 1 Parsoburan, Kecamatan Habinsaran, Rabu (11/12) lalu.

Habinsaran1Dalam sosialisasi tersebut, Wiryono Koesmoedjohardjo, Asisten Deputi Peningkatan Inisiatif Masyarakat KLH menjelaskan, Program Adiwiyata merupakan program yang digagas untuk mendorong terciptanya sekolah Adiwiyata yakni sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Disebutkannya, sesuai pasal 70 UU 32 Tahun 2009,  seluruh masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. “Hak dan kesempatan ini juga termasuk untuk kalangan para pelajar”, ujar Wirjono. Karena itulah, pihaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kalangan pelajar untuk lebih peduli lingkungan melalui program yang dikompetisikan setiap tahunnya, dan telah dimulai sejak tahun 2006 lalu.

Dalam pelaksanaannya, kata Wiryono, Program Adiwiyata menganut prinsi Edukatif, Partisipatif dan Berkelanjutan. Edukatif dimaksudkan, dengan memberikan pembelajaran dalam pengelolaan lingkungan hidup. Partisipati dengan maksud melibatkan komunitas sekolah dalam keseluruhan proses pengelolaan lingkungan, sedangkan prinsip berkelanjutan untuk menjamin program terencana, terus menerus dan komprehensif.

Habinsaran4Selama sosialisasi, para pelajar yang didampingi Kadis Pendidikan Dra Mariani dan Kasek SMAN Parsoburan Togar Panjaitan, menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi lewat Program Adiwiyata. Secara langsung, bukti keseriusan mendukung infrastruktur hijau lewat program ini, Togar Panjaitan dan Mariani disaksikan Kaban Lingkungan Hidup Drs. Agust Nadeak menyerahkan dokumen dan data yang memuat kajian kondisi LH sekolah, kebijakan sekolah, kurikulum sekolah dan kegiatan sekolah di bidang LH kepada Wiryono mewakili KLH.

Selama seminar berlangsung, para siswa cukup aktif memberikan pertanyaan dan masukan dalam upaya penyelematan lingkungan hidup. Kemudian, sebagai wujud nyata peduli lingkungan hidup, Badan Lingkungan Hidup Tobasa dan KLH juga melakukan penanam pohon di komplek sekolah serta menyerahkan secara simbosi bibit pohon kepada pelajar untuk dapat ditanam di pekarangan sekolahnya.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

WARTAWAN/TI SE-TOBASA RAYAKAN NATAL, SEDERHANA NAMUN PENUH SUKACITA DAN KEAKRABAN

Natal11Seratusan wartawan/ti dari berbagai media cetak/elektronik se-Toba Samosir (Tobasa) memadati Aula Serbaguna HKBP Balige, Selasa malam (10/12), untuk mengikuti Perayaan Natal Wartawan/ti (Jurnalis) se-Toba Samosir Tahun 2013. Thema yang diangkat perayaan ini, dikutip dari nats Alkitab Matius 5:9, yang berbunyi “Berbahagialah Orang yang Membawa Damai, karena Mereka akan disebut Anak-Anak Allah”.

Perayaan diawali dengan prosesi yang menampilkan barisan para wartawan/ti yang mengiringi tokoh yang digambarkan sebagai Maria dan Joseph yang menggendong Yesus Kristus. Walau diguyur hujan, dengan penuh sukacita, para jurnalis setia mengikuti barisan prosesi yang  diawali dari pusat Kota Balige menuju Aula Serbaguna HKBP.

Natal1Setibanya, dilanjutkan penyalaan lilin oleh Bupati Tobasa yang diwakili Asisten Pemerintahan, Wasir Simanjuntak,Pengkotbah Pdt. Demak Simanjuntak, DPRD Tobasa yang diwakili Mangapul Siahaan, Kajari Balige Harly Siregar, Ketua TP PKK Tobasa Ny. Netty Pandapotan br Pardosi, Kapolsek Balige Gibson Siagian, Danramil Balige Kapten M. Simanjuntak, Tokoh Pemuda Binahar Napitupulu, mewakili masyarakat/ dunia usaha Sahala Tambunan, Ketua Panitia Natal Toni Sahat Pardede dan mewakili para wartawan Anthony Marpaung dan Julius Parto Siahaan.

Diiringi lagu-lagu pujian dari Kidung Jemaat, nuansa semangat damai natal perayaan ini sangat terasa, ditambah penampilan memukau paduan suara Akper HKBP Balige, Avenue Voice, dan beberapa vocal solo. Tidak ketinggalan lagu pujian dalam Koor Wartawan/ti dengan judul “Nang Gumalunsang Akka Laut”. Secara teratur dan tertib, secara bergiliran para wartawan/ti menaiki mimbar untuk membacakan liturginya dengan penuh penjiwaan.

IMG_7366Sebagaimana thema yang diangkat, Pdt. Demak Simanjuntak, MTh dalam khotbahnya menyebutkan, profesi wartawan merupakan pembawa damai dan pembawa perubahan malalui pemberitaannya. Profesi ini juga dinilai sangat penting dan mulia, mengingat Alkitab yang memberitakan kabar sukacita dan damai dapat dikategorikan sebagai karya jurnalistik pertama. Diingatkannya juga, agar dalam menjalankan profesinya, wartawan senantiasa menjunjung etika dan bekerja professional. “Kalaupun mengkritisi, silahkan, namun hendaklah dengan beretika”, katanya mengingatkan. Karena dengan demikian, damai akan terwujud, mengingat betapa indahnya damai itu. Dan itu akan terwujud, ketika terjalin hubungan yang baik antar manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak melalui Asisten Pemerintahan Wasir Simanjuntak menyambut baik perayaan Natal Wartawan/ti se-Tobasa ini, serta memberi apresiasi atas prakarsa para wartawan yang telah sukses merancang dan melaksanakan acara tersebut. Diharapkannya, perayaan Natal wartawan/ti ini menjadi momentum, membangun kebersamaan, dan saling pengertian, sehingga sebagai mitra pemerintah mampu mendukung pembangunan di Tobasa.

IMG_7210Hal senada juga disampaikan Kajari Balige Harly Siregar. Menurutnya, pembangunan di Tobasa diyakini akan lebih baik dengan dukungan insan pers. “Sebagaimana thema tersebut, wartawan/ti Tobasa juga diharapkan menjadi Pewarta Damai” ujarnya. sembari menambahkan, agar momentum ini juga dapat dijadikan sebagai perenungan fungsi pers.

Ketua TP PKK Tobasa Ny. Netty Pandapotan br Pardosi yang hadir pada kesempatan tersebut, menyatakan, sungguh suka cita yang luar biasa dapat hadir dapat mengikuti perayaan Natal tersebut. Kebersamaan yang dipupuk melalui momentum Natal tersebut diharapkannya menjadi penggerak pembangunan di Tobasa.

Beberapa undangan  seperti Tokoh Pemuda Binahar Napitupulu dan Sahala Tambunan yang mengikuti perayaan Natal ini sepakat mengakui, perayaan Natal wartawan/ti se-Tobasa ini terkesan penuh damai dan luar biasa hikmat. “Sederhana, namun penuh suasana damai, terlebih dengan khotbah yang disampaikan, membuat damai di hati yang merayakan Natal bersama para wartawan/ti ini”, kata mereka.

Ketua Panitia Perayaan Natal Wartawan/ti ini, Tony Sahat Pardede menyebutkan, thema yang diangkat kali ini didasari niat mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya  wartawan/ti di Tobasa, dapat lebih memaknai kelahiran Yesus Kristus. agar dengan semangat Natal, dapat saling mengasihi, saling mengampuni dan saling menerima. Kearifan ini akan menjadi pedoman dalam tugas-tugas jurnalistiknya, sehingga secara professional dalam mendukung pembangunan di Tobasa. Tony juga mengapresiasi kebersamaan dari seluruh insan pers dari berbagai media sehingga acara tersebut dapat terselenggara dengan baik.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP TAWARKAN TOBASA MILIKI BANK SAMPAH

Green1Sampah sebenarnya bukanlah suatu momok yang menakutkan, karena ternyata sampah memiliki banyak manfaat. Ini disebutkan Ir. Sudirman MM yang menjabat Asisten Deputi IV Menteri Negara Lingkungan Hidup yang membidangi Urusan Pengelolaan Sampah, pada Seminar Infrastruktur Hijau Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (10/12), di Balige, Tobasa.

Dalam pengelolaan permasalahan lingkungan hidup, salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah masalah sampah yang belum dikelola secara terpadu, sehingga menyebabkan lingkungan hidup yang kotor, bau dan menjadi sarang penyakit. Permasalahan ini menurutnya harus mendapat perhatian dari seluruh pihak, sehingga pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup sebagaimana diamanatkan melalui program infrastruktur hijau dapat terwujud.

Untuk mengatasi permasalahan sampah saat ini, salah satu metode yang dipandang menjadi cara yang tepat menurutnya, yakni Metode 3R yang meliputi Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya, Reduce berarti mengurangi segala aktifitas yang berpotensi menghasilkan sampah, dan Recycle berarti mengolah ulang kembali menjadi bahan-bahan yang berguna”, papar Sudirman dihadapan 500 peserta sosialisasi yang berasal dari 10 kecamatan di Aula SMKN 1 Balige. Dengan metode ini, katanya, tentunya permasalahan sampah dapat diminimalisir dan mampu memberikan nilai tambah bagi warga sehingga lebih peduli pada lingkungan hidup.

Green2Disamping metode tersebut, Sudirman juga menawarkan konsep pembuatan Bank Sampah. Konsep ini menurutnya telah terbukti berhasil menanggulangi masalah persampahan pada beberapa kota besar di Indonesia. “Bank sampah menerapkan manajemen layaknya sebuah bank, dimana warga menyetorkan sampah kering sebagaimana sebuah tabungan. Nasabah yang menabung/menyetor sampah, dapat meminjam uang yang nantinya dapat dibayarkan sejumlah nilai sampah yang ditabung/ disetor”, ujarnya. Sampah-sampah dari bank sampah ini akan dijual ke perusahaan-perusahaan/ UKM yang telah memiliki kerjasama dengan pihak bank sampah dalam pemanfaatan sampah tersebut.

Untuk mewujudkan bank sampah di Tobasa, Sudirman menyebutkan, pihaknya akan mendukung penuh agar konsep ini dapat berjalan. Menurutnya, bisa dibayangkan nantinya, apabila konsep ini berjalan, Dana dari bank sampah dapat dipergunakan untuk pinjaman, membeli sembako, ataupun untuk kepentingan lainnya. “Orang nantinya dapat minjam duit, beli sembako, bahkan bayar cicilan pembelian sepeda motor yang dibayar pakai sampah”, beber Sudirman bersemangat.

Green3Bupati Tobasa yang diwakili Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan, Drs. Agust Nadeak menyambut baik program infrastruktur hijau, yang dinilainya sebagai perhatian khusus Kementerian Lingkungan Hidup bagi Tobasa sebagai salah satu kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba yang terkenal dengan keindahan alamnya. Disamping gagasan yang disampaikan para narasumber dari kementerian, Agust yakin, sosialisasi tersebut telah berhasil menambah wawasan peserta di bidang pelestarian lingkungan hidup. Dengan sosialisasi tersebut, juga disebutkan, akan diperoleh cara pandang dan perilaku yang benar dalam mengelola lingkungan hidup.

Sosialisasi ini juga diisi dengan penyerahan bantuan peralatan infrastruktur hijau kepada 10 kecamatan yang mengikuti kegiatan ini yang masing-masing diterima para camat dan masyarakat yang mewakili. Bantuan infrastruktur hijau ini antara lain berupa, tempat pembuangan sampah, rumah kompos dan mesin pencacah sampah, dan lainnya.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

SOSIALISAI INFRASTRUKTUR HIJAU DI TOBASA

DEPUTI MENEG KLH : TOBASA AKAN MENJADI “ROLE MODEL” MASYARAKAT RAMAH LINGKUNGAN

Photo2Menurut Deputi IV Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, Kabupaten Tobasa dapat menjadi “role model” masyarakat ramah lingkungan melalui program infrastruktur hijau. Program infrastruktur hijau yang mereka kembangkan, tidak semata membangun fasilitas peralatan sampah, dan penghijauan, namun juga mencakup sumber daya manusia yang didorong menjadi masyarakat yang berbudaya lingkungan.

“Kami percaya, bahwa kepemimpinan dan komitmen Pemkab Tobasa, dapat menjadi kunci keberhasilan untuk membangun Infrastruktur Hijau,sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten/ kota lainnya”, ujar Deputi yang membidangi  Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah ini, dalam Sosialisasi Infrastruktur Hijau di Kabupaten Toba Samosir, yang dilaksanakan di Laguboti, Senin (09/12).

Keyakinan ini menurutnya, didasari komitmen yang diperlihatkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tobasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu komitmen yang ditunjukkan masyarakat Tobasa menurutnya, terlihat dari antusiasme masyarakat yang sangat besar, dibanding penyelenggaraan sosialisasi sebelumnya pada  beberapa tempat di Indonesia. Menurutnya, antusiasme masyarakat didukung kepemimpinan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak diyakini telah menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program infrastruktur hijau di daerah tersebut.

Photo5Dikatakannya, program infrastuktur hijau merupakan salah satu program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup di daerah. Esensi pembangunan, termasuk pembangunan lingkungan hidup yang berhasil itu dimulai dari desa, karena itulah, dalam sosialisasi infrastruktur hijau ini, pihaknya langsung melibatkan masyarakat desa dan kecamatan, untuk bersama-sama mensukseskan program ini.

“Merupakan kewajiban kita bersama mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan asri “, kata Ridho didampingi Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregioan Sumatera Ilham Malik, dihadapan sekitar lima ratusan peserta sosialisasi yang memadati Sopo Oppu Gora, Laguboti. Menjadikan Tobasa sebagai kabupaten yang ramah lingkungan melalui pelaksanaan program infrastruktur hijau, kata Ridho, juga merupakan atas andil Komisi VII DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Lingkungan Hidup.

Secara khusus, Ridho juga menyebutkan harapannya, Toba Samosir nantinya juga akan menjadi panutan dalam pengelolaan danau. Danau Toba yang dikelola melalui program infrastruktur hijau, akan menjadi danau yang berdaya saing, mengingat Danau Toba sebagai satu-satunya danau terbesar dan terindah  di Asia Tenggara yang kaya potensi. Dengan pengelolaan yang tepat, dan melibatkan seluruh masyarakat, pemerintah dan instansi terkait, khusunya dalam penanganan berbagai pencemaran yang timbul, Ridho optimis upaya ini akan berhasil.

Photo4Sementara, Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak sangat berterima kasih dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada Kabupaten Tobasa. Melalui sosialisasi yang diselenggarakan pihak Kementerian Lingkungan Hidup bagi masyarakatnya, Bupati yakin, wawasan masyarakat Tobasa akan bertambah dalam pelestarian lingkungan, sehingga menjadi lebih peduli dengan lingkungannya.

Disebutkan Kasmin, permasalahan lingkungan hidup merupakan masalah moral dan perilaku manusia dan tidak mengenal batas wilayah, kawasan maupun negara. Karena itu, diperlukan suatu penanganan secara bersama-sama, salah satunya melalui gerakan kearifan dalam merawat bumi sebagai sebuah rumah yang nyaman bagi kehidupan. “Dengan membangun suatu gerakan bersama, akan muncul perilaku hidup baru dan pembenahan cara pandang dalam berinteraksi dengan alam dan sesama”, ujar Kasmin.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Tobasa, Drs. Agus Nadeak, MSi menyebutkan, untuk Tahun 2013, Kementerian Lingkungan Hidup telah memberikan bantuan infrastruktur hijau bagi Kabupaten Tobasa, berupa tempat pembuangan sampah dari plat besi sebanyak 11 (sebelas) unit, gerobak sampah sebanyak 25 unit, tong sampah 390 unit, rumah kompos 2 unit dan bibit pohon buah-buahan sebanyak 5000 batang. Disamping itu, juga diberikan bantuan non fisik, meliputi sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian kerusakan lingkugan, sosialisasi kebersihan dan pengelolaan sampah, serta sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan.

Photo11Pada kesempatan tersebut, untuk mendukung program infrastruktur hijau di wilayah Kabupaten Tobasa, TP PKK Kabupaten Tobasa juga menyerahkan bantuan kepada beberapa kecamatan. Bantuan yang langsung diserahkan Ketua TP PKK Kabupaten Tobasa, Ny. Netty Pandapotan br Pardosi ini, terdiri atas cangkul, alat gotong royong, cat/ paku dan perlengkapan lainnya.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

PERAYAAN NATAL OIKUMENE KECAMATAN SILAEN DIWARNAI PENYERAHAN TALI KASIH

SilaenSederhana namun penuh kasih dan sukacita, sepertinya demikian ungkapan yang tepat akan suasana Perayaan Natal Oikumene Kecamatan Silaen yang dilaksanakan di Gereja HKBP Pintu Batu, Desa Pintu Batu, Minggu (08/12). Terlihat jelas raut sukacita, rasa kekeluargaan dan kekompakan para unsur pimpinan kecamatan Silaen dan seluruh lapisan masyarakatnya untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus “Sang Juru Selamat” manusia.

“Perayaan Natal ini kami laksanakan dengan sederhana, namun dengan kesederhanaan perayaan ini kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakt untuk dapat lebih memaknai Natal dengan tepat”, ujar Camat Silaen Dimposma Sihombing di sela-sela perayaan berlangsung.

Ditambahkannya, perayaan Natal ini mengambil tema “Datanglah Ya Raja (Yesaya 9:5)”, dengan Sub Thema “Dengan Perayaan Natal Oikumene, Marilah Kita Wujudkan Kerukunan Umat Beragama di Kecamatan Silaen, dengan hidup penuh kasih, dan peduli terhadap sesama”. Menurutnya, melalui thema dan sub thema tersebut, Pemerintah Kecamatan Silaen mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai Natal kali ini dengan lebih menekankan kepedulian terhadap seluruh umat manusia. “Karena itu, pada Natal kali ini, kami menyerahkan tali asih kepada warga yang tidak mampu, dan tanpa memandang suku maupun agamanya”, ujarnya.

Adapun tali asih yang diserahkan berupa beras, minyak goreng, gula, susu, mie instan dan sembako jenis lainnya kepada beberapa kepala keluarga yang tidak mampu. Penyerahan ini langsung diserahkan Camat Dimposma Sihombing, Ketua TP PKK Kecamatan Silaen Ny. Lorna Dimposma br Marpaung dan panitia lainnya.

Perayaan Natal ini juga diisi dengan Kebaktian yang berlangsung dengan hikmat, serta pembacaan liturgi yang diambil dari nats Alkitab, untuk mengingatkan umat kristiani akan makna Natal yang sebenarnya. Diakhir acara, perayaan Natal ini dihibur dengan tembang-tembang rohani melalui beberapa penampilan vocal solo dan vocal group yang semakin menambah indahnya Perayaan Natal ini. Disamping itu, panitia juga menyediakan lucky draw bagi seluruh jemaat yang hadir.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment

BUPATI LANTIK KADES GALA-GALA PANGKAILAN :

BATOANTO MANURUNG : “SUATU KEBANGGAAN, BUPATI BERKENAN LANGSUNG MELANTIK SAYA DI DESA SAYA”

Gala1“Suatu kebanggan tersendiri buat saya dan keluarga dan seluruh warga desa, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak berkenan langsung melantik saya di hadapan seluruh warga saya”, ujar Batoanto Manurung, di sela-sela pelantikannya sebagai Kepala Desa Gala-Gala Pangkailan, Kec. Porsea, Jumat (06/12). Terlebih lagi menurutnya, Bupati harus meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya dan harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Karena itu, Botoanto sangat mengapresiasi langkah Bupati yang langsung turun menjumpai warganya, sehingga baginya, hal ini telah mencerminkan pemimpin yang mengayomi dan peduli. “Beliau telah memberikan contoh untuk kami pedomani dalam melayani warga kami”, tambahnya.

Gala3Sebelumnya, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 234 Tahun 2013, Bupati mengambil sumpah dan melantik Batoanta Manurung sebagai Kepala Desa Gala-Gala Pangkailan periode 2013-2019. Sebelum melantik dan mengambil sumpah, Bupati mengingatkan kepala desa, bahwa tanggung jawab yang akan dipikulnya sangat besar dan berat. Karena itu, Bupati meminta agar kepala desa benar-benar dapat mengemban amanah ini dengan baik. “Kepercayaan masyarakat terhadap saudara kepala desa, merupakan suatu amanah yang benar-benar harus diemban dengan baik”, ujar Bupati mengingatkan.

Kemudian, dalam arahannya lebih lanjut, Bupati meminta agar kepala desa, nantinya dapat memberdayakan seluruh komponen masyarakat di desanya, untuk berperan aktif dalam seluruh mekanisme pembangunan desa, yang meliputi tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, hingga dalam upaya pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. Untuk percepatan pembangunan di suatu desa, kepala desa diharapkannya untuk mampu mensinergikan tiga komponen penting yakni, pemerintah, pengusaha dan masyarakat termasuk anak rantau.

Secara khusus, sebagaimana budaya Batak lazimnya, Bupati juga meminta kepala desa tersebut, untuk menggalakkan kembali budaya gotong royong, yang dipandang sangat ampuh dalam membangun kebersamaan dan kerukunan di kalangan masyarakat.

Gala2Pelantikan dan pengambilan sumpah ini juga ditandai dengan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan kepala desa. Selepas pelantikan dan pengambilan sumpah kepala desa, Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak langsung berbaur dan akrab dengan seluruh masyarakat Desa Gala-Gala Pangkailan yang menghadiri pelantikan kepala desanya.  Dalam kunjungan kerjanya ini, Bupati didampingi Kepala Badan PM dan PD Labinsar Sirait, Camat Porsea Elister Manurung, dan Kapolsek Porsea AKP M. Nainggolan. Juga hadir para tokoh masyarakat dan tokoh agama desa setempat.

(Relis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tobasa)

Posted in Humas | Leave a comment